Logo BeritaSatu

Perkuat Sinergi PTKIN, Kemenag Kalaborasi dengan Korsel

Senin, 17 Oktober 2022 | 18:27 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WIR

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hari ini meneguhkan langkah strategis dalam memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kementerian Agama (Kemenag) menjalin sinergi dengan Cyber ​​Hankuk of Foreign Studies, Korea Selatan (Korsel).

Komitmen sinergi ini ditegaskan bersama dalam pertemuan antara Menag Yaqut dengan President Cyber ​​Hankuk of Foreign Studies Profesor Jang Jiho, di Seoul, Korea Selatan, Senin (17/10/2022).

Advertisement

Dalam keterangan pers tertulis menyebutkam hadir Direktur Cyber ​​Hankuk of Foreign Studies untuk kerja sama Internasional Profesor Jin Jeongran, dan Dekan Departemen Studi Indonesia Dr. Im Youngho.

Turut dalam pertemuan Wakil Duta Besar Republik Indonesia Zelda Wulan Kartika dan Atase Kebudayaan dan Pendidikan Gogot.

Ikut mendampingi Menag Yaqut, Staf Khusus Wibowo Prasetyo dan Abdul Rochman, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kartimi, Tenaga Ahli Menag Anna Hasbie, dan Kasubbag TU Ditjen Pendis Aziz Hakim.

"Ketika Presiden Indonesia Joko Widodo mengangkat saya sebagai Menteri Agama pada Desember 2020, saya meluncurkan program prioritas Cyber ​​Islamic University," ucapnya.

Menag Yaqut menuturkan universitas ini menjadi jembatan untuk mengamankan prinsip pendidikan untuk semua, khususnya aksesibilitas bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mengakses pendidikan tinggi.

"Saya sangat percaya bahwa pertemuan ini akan membawa hasil demi membangun jembatan memajukan Cyber Islamic University," sambungnya.

Tugas Kementerian Agama (Kemenag), kata Menag Yaqut mencakup dua hal besar. Pertama, urusan yang berkaitan dengan kehidupan dan kerukunan umat beragama. Kemenag harus memastikan kerukunan umat beragama di Indonesia yang majemuk.

Kedua terkait dengan pendidikan agama dan keagamaan. Dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) membina 38.000 lebih pondok pesantren, 83.500 madrasah, serta ratusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baik dalam bentuk sekolah tinggi, institut, maupun universitas.

Kemenag juga membina perguruan tinggi keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Lembaga pendidikan ini berada hampir di seluruh kota dan pulau di Indonesia dengan berbagai tantangan geografis, dari pusat kota hingga pulau-pulau terpencil.

"Dengan tantangan-tantangan ini, saya percaya bahwa yang dibutuhkan Indonesia adalah jembatan. Indonesia membutuhkan jembatan untuk menjaga keragaman. Indonesia membutuhkan jembatan untuk menjamin aksesibilitas dan kesetaraan dalam pendidikan," jelas Menag Yaqut.

“Jembatan masa depan bukan tampak secara fisik namun teknologi. Kita membutuhkan teknologi yang menjamin aksesibilitas dan kualitas pendidikan terbaik bagi semua orang," sambungnya.

Menag Yaqut berharap jembatan yang dibangun bersama dengan Cyber Hankuk University, Korsel, bisa mengamankan kemanusiaan dan menguntungkan dua negara.

"Saya berharap kerja sama yang erat antara Kementerian Agama dan Cyber Hankuk University segera terealisasi," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Klaim Tahu Banyak soal Aktivitas Tukang Cukur Lukas Enembe

KPK mengungkapkan tukang cukur Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Budi Hermawan alias Beni kerap berpergian ke Singapura atas arahan Lukas. 

NASIONAL | 9 Februari 2023

Tak Hanya Anak Muda, Penggemar Westlife dari Segala Usia

Westlife konser di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (9/2/2023). Tampak pengunjung yang datang dari beragam usia. Tidak saja muda, tetapi juga segala usia.

LIFESTYLE | 9 Februari 2023

KPK Bantah Kabar Lukas Enembe Telah Meninggal Dunia

KPK menegaskan bahwa kabar Lukas Enembe telah meninggal dunia adalah salah serta memastikan bahwa tersangka suap dan gratifikasi itu masih hidup.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Penegakan Hukum, KPK Sebut RUU Perampasan Aset Sangat Bagus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai RUU Perampasan Aset sangat bagus dalam upaya penegakan hukum.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Firli Akui KPK Hadapi Kendala Besar dalam Menangani Kasus Lukas Enembe

Ketua KPK Firli Bahuri mengakui KPK menghadapi kendala besar dalam menangani kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe.

NEWS | 9 Februari 2023

Novel Baswedan Yakin Harun Masiku Tak Akan Ditangkap, KPK: Jangan Berprasangka

KPK meminta publik, termasuk Novel Baswedan tidak berprasangka negatif soal perkembangan pengejaran terhadap Harun Masiku dan buronan lainnya. 

NASIONAL | 9 Februari 2023

Pakar Sebut Hal Ini Jadi Pemicu Kasus Gangguan Ginjal Anak

Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak kembali muncul karena belum tuntas penyelidikan dan evaluasi pada kasus GGAPA.

NASIONAL | 9 Februari 2023

TNI Belum Dapat Pastikan Keberadaan Pilot Susi Air

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sampaikan saat ini pasukan TNI masih terus mencari keberadaan pilot Susi Air Kapten Philips Marthen.

NASIONAL | 9 Februari 2023

KPK Benarkan Napi Kasus Korupsi Tanah Munjul Anja Runtuwene Meninggal

KPK membenarkan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene meninggal dunia. Anja merupakan terpidana kasus korupsi tanah Munjul. 

NASIONAL | 9 Februari 2023

Hasil PLN Mobile Proliga: Gagal di Kandang, Petrokimia Menang di Malang

Gresik Petrokimia menang di Malang dalam lanjutan kompetisi bola voli PLN Mobile Proliga 2023, Kamis (9/2/2023). Sebelumnya, saat di kandang mereka kalah.

SPORT | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Sugeng Guruh Gautama


# Disney PHK Karyawan


# Gempa Turki


# Ferdy Sambo


# Capres PDIP


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Klaim Tahu Banyak soal Aktivitas Tukang Cukur Lukas Enembe

KPK Klaim Tahu Banyak soal Aktivitas Tukang Cukur Lukas Enembe

NASIONAL | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE