Logo BeritaSatu

Tabrakan Cibubur, KNKT Beri 7 Rekomendasi ke 3 Instansi

Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:02 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mencegah kembali kecelakaan beruntun di Jalan Transyogi Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan tujuh rekomendasi kepada tiga instansi.

Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Kasubkom IK LLAJ) KNKT Ahmad Wildan mengatakan dari tujuh rekomendasi kecelakaan Cibubur, sebanyak dua rekomendasi ditujukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar), tiga rekomendasi kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan dua rekomendasi kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Advertisement

Menurut Wildan, dua rekomendasi KNKT kepada Ditjen Hubdar Kementerian Perhubungan adalah untuk sementara waktu melarang semua penggunaan klakson tambahan yang instalasinya mengambil sumber daya tenaga pneumatic dari tabung udara sistem rem. “Dirjen Hubdar merumuskan kebijakan teknis yang tepat untuk memenuhi kebutuhan klakson pada kendaraan besar di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri,” kata Ahmad Wildan dalam keterangannya terkait hasil investigasi kecelakaan beruntun truk trailer di Jalan Transyogi Cibubur, di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Selasa (18/10/2022).

Rekomendasi kedua untuk Ditjen Hubdar, kata Wildan, agar melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap ketentuan penggunaan klakson pada kendaraan besar, baik melalui pengujian kendaraan bermotor maupun pembinaan kepada asosiasi transporter kendaraan barang dan penumpang.

Sedangkan tiga rekomendasi kepada BPTJ, Wildan mengungkapkan, adalah mengevaluasi manajemen dan rekayasa lalu lintas pada jalan nasional di Jabodetabek yang sebelumnya ditangani pemerintah daerah, termasuk Jalan Transyogi. “Rekomendasi kedua, agar memperhatikan aspek keselamatan di samping aspek kelancaran lalu lintas, di antaranya membatasi akses masuk ke jalan utama dari jalan perumahan serta mengatur pembukaan median untuk berbalik arah,” ujar Ahmad Wildan.

Selain itu, segala bentuk alat penurunan kecepatan pada jalan primer baik berbentuk speed hump, speed bump maupun speed table tidak diperbolehkan dan harus segera dihilangkan karena dapat meningkatkan risiko konflik lalu lintas (tabrak depan belakang).

Rekomendasi ketiga, lanjut Wildan, melakukan evaluasi penempatan rambu-rambu lalu lintas, iklan, papan peringatan dan lainnya yang dapat membingungkan pengguna jalan. Selain itu, mengevaluasi kembali keberadaan semua alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) pada jalan primer. “Hindari penggunaan APILL untuk mengendalikan konflik lalu lintas dengan mengubah skemanya menjadi sistem kanalisasi pada jalan minor untuk bergabung (merging) dengan lalu lintas pada jalan mayor,” terang Ahmad Wildan.

Baca selanjutnya
Semua median, tegasnya, harus ditutup dan pembukaan median untuk berputar arah ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Heru Budi Sebut Stunting Bisa Jadi Penyebab Awal Tawuran

Apabila masalah stunting tidak diatasi maka ketika dewasa emosionalnya menjadi tinggi, pemikirannya tidak jernih sehingga menimbulkan terjadinya tawuran.

NEWS | 5 Februari 2023

PPP Minta Pemerintah Hati-hati soal Polemik Biaya Haji

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani meminta pemerintah untuk melakukan kajian mendalam mengenai usulan kenaikan biaya haji.

NEWS | 5 Februari 2023

Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di 2022 Capai 94,3 Persen

Gunardi mengungkapkan, terdapat 13 provinsi yang memiliki cakupan imunisasi dasar di atas angka nasional.

NEWS | 5 Februari 2023

Penjelajah Antariksa NASA Tangkap Gambar Beruang di Permukaan Mars

Para ilmuwan NASA telah menemukan penemuan tak terduga di permukaan planet Mars, sebuah formasi yang membentukan gambar menyerupai wajah beruang.

NEWS | 5 Februari 2023

Anggota DPR Sarankan AKBP (Purn) Eko Minta Maaf ke Keluarga Hasya UI

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarankan agar AKBP (Purn) Eko Setia Budi meminta maaf ke keluarga mendiang Muhammad Hasya Athallah.

NEWS | 5 Februari 2023

Kapolda Metro Jaya Ungkap Warga Manggarai Risih Dicap Kampung Tawuran

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan warga Manggarai sudah risih wilayahnya dicap sebagai kampung tawuran. 

NEWS | 5 Februari 2023

Seluruh Kecamatan di Jaksel Rawan Tawuran, Ini Daftarnya

Polda Metro Jaya membeberkan 10 kecamatan di Jakarta Selatan rawan tawuran. Terdapat 14 titik di 10 kecamatan itu yang kerap menjadi lokasi tawuran. 

NEWS | 5 Februari 2023

Kasus Suami Kapak Istri di Tangerang, Ayah Bantah Nani Selingkuh

Terkait kasus suami kapak istri di Tangerang, Naning Hermawan, ayah korban Nani Hermawan membantah anaknya selingkuh. 

NEWS | 5 Februari 2023

DPR Desak Polda Metro Jaya Cabut Status Tersangka Hasya Mahasiswa UI

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mendesak Polda Metro Jaya mencabut status tersangka Hasya Athallah Saputra yang tewas ditabrak AKBP (Purn) Eko Setia Budi.

NEWS | 5 Februari 2023

Begini Rekayasa Lalin Saat Resepsi 1 Abad NU di Sidoarjo

Polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Delta Sidoarjo saat puncak peringatan harlah 1 abad NU atau Nahdlatul Ulama. 

NEWS | 5 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Heru Budi Sebut Stunting Bisa Jadi Penyebab Awal Tawuran

Heru Budi Sebut Stunting Bisa Jadi Penyebab Awal Tawuran

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE