Logo BeritaSatu

Kemendagri Didorong Segera Tetapkan Pejabat Pengganti Gubernur Papua

Rabu, 19 Oktober 2022 | 02:45 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.comKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) didorong segera menetapkan pejabat pengganti Gubernur Papua, Lukas Enembe. Menurunnya pelayanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akibat sakitnya Lukas Enembe, menjadi perhatian banyak pihak.

Ondoafi Besar dari Tanah Tabi, Yanto Eluay bersama tokoh-tokoh adat Papua lainnya ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat adat di wilayahnya masing-masing. Yanto mendukung pemerintah pusat agar segera mengambil langkah strategis.

Advertisement

“Kami setuju kalau pemerintah pusat mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga penyelenggaraan pemerintahan di Papua kepada rakyat supaya dapat berjalan. Kami mendukung sekali, masyarakat Papua sangat membutuhkan pelayanan pemerintah” kata pemilik nama lengkap Yanto Khomlay Eluay ini kepada wartawan, Selasa (18/10/2022).

Putra Theys Eluay tersebut menambahkan pelayanan pemerintah, penyelenggaraan pemerintahan di Papua sampai ke tingkat kota dan kabupaten harus tetap optimal. “Supaya bisa berjala baik, solusinya adalah pemerintah pusat harus hadirkan pejabat yang mengambil alih tugas-tugas itu,” katanya.

“Saat ini beliau (Lukas Enembe) dalam sudah menjadi tersangka, yang kedua, beliau sedang sakit yang cukup berkepanjangan, saya kira pemerintah pusat sudah bisa mengambil langkah-langkah demi pelayanan pemerintah kepada publik,” tuturnya.

Tentang dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Lukas Enembe, Yanto dan sejumlah masyarakat adat mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menegakkan hukum.

“Untuk saat ini saya boleh katakan seluruh komunitas masyarakat adat Papua mendukung penegakan hukum terhadap anak Papua, siapa pun dia yang terindikasi melakukan penyelewengan terhadap keuangan negara,” tegas Yanto.

Yanto juga angkat bicara soal pengukuhan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar Papua oleh Dewan Adat Papua (DAP). Ia menilai tindakan DAP itu telah merusak tatanan adat. Yanto menyebut pengukuhan atau pengangkatan telah mencoreng wibawa masyarakat Papua.

“Saya sendiri juga selaku tokoh adat di Papua ingin sampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Dewan Adat Papua terkait pengukuhan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar bagi tujuh wilayah adat di papua merupakan suatu tindakan yang melecehkan dan merusak tatanan adat Papua,” kata Yanto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prabowo Subianto, Alasan Ferdinand Hutahaean Gabung ke Gerindra

Ferdinand Hutahaean mengaku alasannya memilih bergabung bersama Gerindra karena faktor Ketua Umum Prabowo Subianto.

NEWS | 6 Februari 2023

Kejari Periksa Berkas Perkara Sopir Audi Hitam Penabrak Mahasiswi Cianjur

Kejari Cianjur sedang memeriksa berkas perkara sopir Audi hitam, Sugeng Guruh yang menabrak mahasiswi Cianjur, Selvi Amelia Nuraini hingga tewas. 

NEWS | 6 Februari 2023

Infrastruktur JIS Dikeluhkan Penonton Konser Dewa 19, Heru: Kami Perbaiki

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono berjanji memperbaiki infrastruktur di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) setelah dikeluhan penonton konser Dewa 19.

NEWS | 6 Februari 2023

Gempa Turki, Vladimir Putin: Rusia Siap Berikan Bantuan

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (6/2/2023) menawarkan bantuan Rusia kepada Turki dan Suriah setelah gempa Turki dengan magnitudo 7,8.

NEWS | 6 Februari 2023

Dinkes DKI Temukan Dua Kasus Baru Gangguan Ginjal Akut

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkap dua temuan kasus baru gangguan ginjal akut di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

NEWS | 6 Februari 2023

Kasus Lukas Enembe, KPK Garap Plh Gubernur Papua Ridwan Rumasukun

Tim penyidik KPK memeriksa Plh Gubernur Papua Ridwan Rumasukun terkait kasus Lukas Enembe hari ini, Senin (6/2/2023). 

NEWS | 6 Februari 2023

Prabowo Puji Jokowi Lawan WHO soal Lockdown Saat Covid-19

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto memuji Presiden Jokowi yang mampu melawan tekanan dari WHO saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. 

NEWS | 6 Februari 2023

Respons Prabowo soal Perjanjian dengan Anies di Pilkada DKI

Prabowo Subianto merespons soal perjanjiannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta pada 2017.

NEWS | 6 Februari 2023

Pakar: Bharada E Seharusnya Dapatkan Pengurangan Tuntutan

Pakar hukum menilai bahwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mendapatkan pengurangan tuntutan di kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

NEWS | 6 Februari 2023

Laksamana Yudo Margono Tugaskan PPRC TNI Berantas Separatis

Panglima TNI Yudo Margono menugaskan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat atau PPRC TNI memberantas berbagai macam tindakan melawan hukum, termasuk separatis. 

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Prabowo Subianto, Alasan Ferdinand Hutahaean Gabung ke Gerindra

Prabowo Subianto, Alasan Ferdinand Hutahaean Gabung ke Gerindra

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE