Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemendagri Dorong Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana Diterapkan di Daerah

Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:15 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Z.

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam melaksanakan pelayanan kebencanaan sesuai SPM sub urusan bencanaPenangg, dibutuhkan strategi pelibatan Kecamatan sebagai perangkat daerah kewilayahan yang terdekat dengan masyarakat. Langkah ini dilakukan dalam bentuk gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), sebagai upaya untuk meningkatkan peran Kecamatan dalam penanggulangan bencana di wilayahnya.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA saat menjadi keynote speaker pada kegiatan FGD Konsultasi Publik Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana dengan tema “Optimalisasi Peran Kecamatan dalam Pemenuhan SPM sub urusan Bencana”, Selasa (18/10/2022).

Dikatakannya salah satu tantangan yang kita hadapi dalam penerapan SPM sub urusan bencana adalah faktor jangkauan wilayah yang luas, dan banyaknya warga negara yang harus dilayani berdasarkan kajian risiko yang ada.

“Untuk itu kita perlu memanfaatkan peran pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, sehingga Pemda dapat lebih memastikan agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana memiliki pengetahuan sebanyak mungkin tentang risiko dan ancaman bencana yang mungkin mereka hadapi, sehingga dapat menekan semaksimal mungkin jatuhnya korban jiwa bila terjadi bencana,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).

Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana adalah inisiatif gerakan untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana di daerah melalui dukungan kecamatan sesuai dengan peran dan kewenangan yang dimiliki Camat pada penerapan SPM sub urusan Bencana dan pengkoordinasian upaya-upaya penanggulangan bencana setingkat desa/kelurahan di wilayahnya.

“Strategi pelibatan Camat dalam kerangka Gerakan Kencana diharapkan akan memperluas jangkauan penerapan SPM sub urusan bencana dengan metode penerapan yang lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dalam perspektif kewilayahan” sambung Safrizal.

Melalui Gerakan Kencana, diharapkan lebih banyak Camat, khususnya di wilayah dengan resiko bencana tinggi, yang berperan aktif dalam penanggulangan bencana di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan momentum penanganan pandemi selama ini untuk mengakselerasi keterlibatan Camat dalam pemenuhan SPM sub urusan Bencana, tentunya dengan diikuti dukungan pendanaan bilamana menggunakan pendekatan kewenangan delegatif.

"Pelaksanaan Gerakan Kencana ini memerlukan keterlibatan semua pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk ikut membantu perbaikan tata kelola penerapan SPM di daerah, sehingga dapat memastikan layanan yang diterima masyarkat seperti KIE, Gladi/Pelatihan, serta penyelamatan dan evakuasi korban bencana dapat berjalan lebih terarah," tutup Safrizal.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI