Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ingat, Jaga Etika Saat Berkomunikasi di Ruang Digital

Senin, 24 Oktober 2022 | 15:38 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CLA
Ilustrasi media sosial.

Jakarta, Beritasatu.com - Canggihnya teknologi digital turut mengubah perilaku berkomunikasi kebanyakan orang. Ranah digital lewat ragam aplikasi percakapan, semakin memudahkan komunikasi seseorang dengan orang lainnya. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan potensi berbahaya, apabila tidak dibarengi dengan tata krama berinternet.

Hal itu menjadi kesimpulan dalam webinar bertema "Menjaga Etika dalam Berkomunikasi di Group Chat" yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Relawan TIK Indonesia sekaligus Director Multimedia Organizer, Abdul Wahab, menguraikan pentingnya tata krama berinternet. Pasalnya, latar belakang individu yang berkecimpung di dunia digital berbeda-beda, termasuk budaya dan tingkat pemahamannya.

Interaksi antarbudaya tersebut menciptakan standar baru tentang etika. Di dunia digital, ini juga dikenal dengan istilah netiket, yaitu tata krama menggunakan internet.

Wahab mencontohkan beberapa netiket, seperti tidak menggunakan huruf kapital secara keseluruhan, menghargai karya dan hak cipta orang lain, menghormati privasi orang lain, atau tidak menggunakan kata yang vulgar atau jorok saat berkomunikasi dengan orang lain. Kemudian, memberlakukan e-mail sebagai pesan pribadi, layaknya WhatsApp atau aplikasi percakapan lainnya.

"Lalu, jangan menyebar konten negatif yang masuk dalam kategori Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni melanggar kesusilaan, perjudian online, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan pengancaman, menyebarkan hoaks, dan ujaran kebencian," ucap Wahab dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Beritasatu.com, Senin, (24/10/2022).

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menjelaskan, setiap individu yang berinteraksi di dunia digital sebaiknya tidak asal menggunakan jempolnya untuk mengetik kalimat. Baik di media sosial maupun saat menulis e-mail, tata krama tetap harus dijaga seperti halnya bertata krama di dunia nyata. Hindari ungkapan yang bisa melukai perasaan orang lain.

"Di media sosial, sopan santun tetap harus dijaga sebelum dan saat mengakhiri percakapan. Berhati-hatilah saat menyebarkan capture pesan privat milik orang lain ke ranah publik," tuturnya.

Alem menambahkan, bijak dalam menggunakan internet menjadi penting, karena adanya perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat, serta fasilitas di internet yang memungkinkan seseorang bertindak tidak etis. Selain itu, hindari meneruskan informasi yang bersifat pribadi kepada seseorang yang belum kita kenal dengan baik.

Dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur (UBL), Denik Iswardani Witarti, mengungkapkan, kemudahan perangkat teknologi digital saat ini telah mengubah gaya hidup kebanyakan orang dalam berbagai aktivitas. Masyarakat semakin nyaman dan percaya dalam melakukan aktivitas keuangan secara digital.

Di sisi lain, tingginya aktivitas di dunia digital membuka potensi buruk, seperti penipuan dan pencurian akun.

“Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, dibutuhkan kemampuan dengan apa yang disebut keamanan digital. Kompetensi keamanan digital adalah mengamankan perangkat pribadi, mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, serta memahami keamanan digital untuk anak-anak,” tutup Denik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI