Logo BeritaSatu

Kamaruddin Soal Brigadir J: Bharada E Tembak 5 Kali, Kena 7 Kali

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:45 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan awal mula dirinya menemukan kejanggalan dalam kematian Yoshua. Kamaruddin menjadi saksi di persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Kamaruddin menjelaskan, pada skenario awal yang mencuat dijelaskan terjadi baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J. Baku tembak tersebut dipicu oleh Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di rumah dinas Duren Tiga.

Advertisement

Saat pelecehan terjadi, Putri disebut berteriak. Hal itu memicu kepanikan Brigadir J yang langsung keluar kamar dan berpas-pasan dengan Bharada E. Bharada E sempat menanyakan apa yang terjadi ke Brigadir J.

"Tapi informasinya almarhum (Brigadir J) langsung menembak sebanyak tujuh kali tidak ada yang kena, tetapi kemudian Bharada E menembak sebanyak lima kali tapi kena tujuh kali, dari situ saya terasa janggal," ungkap Kamaruddin saat persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Untuk itu, Kamaruddin melakukan penelusuran. Dari penelusuran yang dia lakukan, terbukti ternyata skenario baku tembak adalah tidak benar.

"Saya lakukan lagi metode wawancara ke berbagai pihak baik dari internal kepolsian, intelijen, saksi dan sebagainya yang meminta dirahasiakan, ternyata itu adalah hoax. Bahwa tidak pernah terjadi tembak menembak," ujar Kamaruddin.

Sebanyak 12 saksi bakal menyampaikan keterangan di persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Mereka yakni ayah dari Brigadir J, Samuel Hutabarat; bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak; kekasih Brigadir J, Vera Maretha Simanjuntak, dan Kamaruddin Simanjuntak turut akan menyampaikan keterangan.

Selanjutnya ada anggota keluarga Brigadir J lainnya seperti Rosti Simanjuntak, Maharesa Rizky, Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Novita Sari Nadea, Sangga Parulian, Roslin Emika Simanjuntak, serta Indra Manto Pasaribu.

Mereka didatangkan ke persidangan kali ini oleh pihak jaksa penuntut umum (JPU). Keluarga Brigadir J memilih hadir langsung di pengadilan daripada memberikan keterangan secara daring.

Dalam perkara ini, Bharada E didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Bharada E merupakan sosok yang menembak Brigadir J.

“’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepaaat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.

Atas ulahnya, Bharada E didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 340 mengatur soal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati. Sedangkan Pasal 338 mengatur soal pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dangkal, Gempa Turki Sedalam 17,7 Km dengan Magnitudo 7,8

Gempa Turki yang dengan dahsyat yang mengguncang kawasan itu adalah gempa dangkal dengan kedalaman 11 mil atau 17,7 kilometer.

NEWS | 6 Februari 2023

Mengerikan! Video di Medsos Perlihatkan Detik-detik Aparteman Roboh Saat Gempa Turki

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan sebuah apartemen roboh setelah terjadi gempa berkekuatan M 7,8 di Turki

NEWS | 6 Februari 2023

USGS: Korban Jiwa Gempa Dahsyat Turki Bisa Capai 1.000 hingga 10.000 Orang

Korban jiwa akibat gempa dahsyat Turki yang melanda wilayah selatan Senin pagi bisa mencapai 10.000 orang, kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

NEWS | 6 Februari 2023

Mengejutkan, Balon Mata-Mata Tiongkok Beroperasi Sejak Trump Berkuasa

Insiden balon mata-mata milik China serupa telah terjadi selama pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat.

NEWS | 6 Februari 2023

Zelensky Siap Bantu Turki yang Dilanda Gempa Meski Negaranya Tengah Berperang

Perang Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap membantu Turki yang kini tengah dilanda bencana gempa berkekuatan M 7,8.

NEWS | 6 Februari 2023

Kasus Brigadir J, Jaksa Beri Sindiran Halus ke AKBP Arif Soal Kejujuran

Jaksa penuntut umum sempat menyampaikan sindiran halus kepada AKBP Arif Rachman Arifin terkait dengan kejujuran yang ideal.

NEWS | 6 Februari 2023

Tegur Aksi Balap Liar, Polisi dan Anaknya Dikeroyok Remaja Geng Motor

Seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi selatan, bersama anaknya dikeroyok oleh sekelompok remaja anggota geng motor.

NEWS | 6 Februari 2023

Gempa Dahsyat Guncang Turki, Israel Siap Kirim Bantuan Darurat

Israel dilaporkan siap mengirimkan bantuan darurat ke Turki setelah terjadi gempa dahsyat M 7,8 di negara itu pada Senin (6/2/2023) pagi.

NEWS | 6 Februari 2023

Puluhan Warga Jatiwarna Laporkan Bripka Madih ke Propam Polda Metro Jaya

Anggota Provost Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, Bripka Madih dilaporkan ke Bidang Propam Polda Metro Jaya oleh sejumlah warga Jatiwarna, Bekasi.

NEWS | 6 Februari 2023

Perhatikan Asupan Makanan untuk Cegah Risiko Diabetes Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, temuan kasus diabetes anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak tahun 2010.

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dangkal, Gempa Turki Sedalam 17,7 Km dengan Magnitudo 7,8

Dangkal, Gempa Turki Sedalam 17,7 Km dengan Magnitudo 7,8

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE