Logo BeritaSatu

Kemenlu: Pulau Pasir Milik Australia, Bukan Indonesia

Jumat, 28 Oktober 2022 | 06:03 WIB
Oleh : LES

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri RI atau Kemenlu menegaskan, Pulau Pasir atau Ashmore Reef bukan kepunyaan Indonesia, melainkan milik Australia.

Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu L Amrih Jinangkung menjelaskan bahwa Pulau Pasir tidak pernah menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda, yang setelah Indonesia merdeka kemudian menjadi NKRI.

Advertisement

Pemerintah Hindia Belanda juga disebut tidak pernah memprotes klaim atau kepemilikan Pulau Pasir oleh Inggris, yang kemudian mewariskan wilayah tersebut sebagai wilayah Australia.

“Dalam konteks ini, Indonesia tidak pernah memiliki atau tidak punya klaim terhadap Pulau Pasir,” kata Amrih dalam pengarahan media di Jakarta, Kamis (27/10/2022) malam.

Informasi tersebut ditegaskan dalam Deklarasi Juanda tahun 1957 yang kemudian diundangkan melalui UU Nomor 4 Tahun 1960, yang menyatakan bahwa Pulau Pasir tidak masuk dalam wilayah atau peta NKRI sejak tahun 1957, 1960, maupun pada peta-peta yang dibuat setelah periode itu.

Sementara untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat khususnya nelayan tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan penangkapan ikan di perairan sekitar Pulau Pasir dan gugusan pulau lain di sekitarnya, Indonesia dan Australia telah menandatangani MoU pada tahun 1974, yang kemudian disempurnakan melalui perjanjian tahun 1981 dan 1989.

“Jadi perjanjian itu memang memberikan kesempatan kepada nelayan tradisional untuk menjalankan hak tradisional mereka di perairan tersebut,” tutur Amrih.

Terletak di antara Laut Timor dan perairan utara Australia, secara geografis jarak Pulau Pasir lebih dekat ke Pulau Rote di NTT dibandingkan Pulau Broome yang berada di daratan Australia.

Gugusan Pulau Pasir di Laut Timor terletak 320 kilometer dari pantai barat-utara Australia, meskipun hanya 140 kilometer di selatan Pulau Rote, Indonesia.

Sengketa mengenai Pulau Pasir menjadi sorotan setelah masyarakat adat Laut Timor mengancam melayangkan gugatan kepemilikan Pulau Pasir oleh Australia ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra.

"Kalau Australia tidak mau keluar dari gugusan Pulau Pasir, kami terpaksa membawa kasus tentang hak masyarakat adat kami ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra," kata Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor Ferdi Tanoni.

Ancaman tersebut dipicu sikap Australia yang terkesan acuh tak acuh ketika didesak untuk keluar dari gugusan Pulau Pasir.

"Padahal, kawasan tersebut adalah mutlak milik masyarakat adat Timor, Rote, dan Alor," ujar Ferdi.

Terkait rencana gugatan tersebut, Dirjen Amrih meminta masyarakat adat Laut Timor untuk terlebih dahulu memeriksa kembali apakah mungkin pengadilan Australia mengakomodasi gugatan dari warga negara asing, dengan berdasarkan pada hukum Australia.

“Ini di luar isu kedaulatan atau kepemilikan karena sudah jelas (Pulau Pasir) milik siapa. Tetapi kalau ada WNI yang ingin menggunakan suatu hak yang mungkin diperbolehkan atau tidak diperbolehkan, kita belum tahu berdasarkan hukum Australia,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi: Pemberitaan yang Bertanggungjawab Jadi Tantangan Insan Pers

Jokowi menyebut tantangan utama insan pers saat ini adalah membuat pemberitaan bertanggung jawab.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Ibunda: Hasya Seharusnya Berlaga di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup IV 2022

Mahasiswa UI Muhammad Hasya Atallah Saputra, menurut ibundanya, seharusnya tampil di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup IV 2022, November tahun lalu.

MEGAPOLITAN | 9 Februari 2023

KPK: Kabar Soal Harta Firli Bahuri di Swiss Disita Hoax

KPK memastikan kabar yang menyebutkan harta Ketua KPK Firli Bahuri di Swiss disita, adalah hoax atau bohong.

NEWS | 9 Februari 2023

Putusan Sela, Hakim Teruskan Sidang Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Majelis hakim menolak eksepsi kuasa hukum dari terdakwa kasus narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa, dan memutuskan untuk tetap mereuskan perkara.

NEWS | 9 Februari 2023

Terlibat Jaringan JI, Seorang Pria di Lampung Ditangkap Densus 88

Pria berinisial JD, terduga teroris ditangkap Densus 88 Anti Teror karena diduga terlibat jaringan Jemaah Islamiyah (JI)

NEWS | 9 Februari 2023

Jokowi Sebut Sistem AI dan Algoritma Dorong Konten Recehan dan Korbankan Jurnalisme

Presiden Jokowi mengatakan sistem IA dan algoritma mendorong konten-konten recehan, sensasional lebih banyak muncul, mengorbankan visi jurnalisme

NASIONAL | 9 Februari 2023

Ibunda Hasya Tolak Damai dengan AKBP Purn Eko

Keluarga Hasya Atallah Saputra lega karena status tersangka Hasya telah dicabut. Namun, ibunda Hasya menolak damai dengan AKBP (Purn) Eko Setio.

MEGAPOLITAN | 9 Februari 2023

Produk Korea Mi Instan Ramyun Black Tofu Kimchi Ditarik di Taiwan dan Thailand

Nongshim menghadapi pengawasan dari kelompok konsumen di Korea menyusul penarikan kembali mi instan Shin Ramyun Black Tofu Kimchi di Taiwan dan Thailand.

INTERNASIONAL | 9 Februari 2023

Pidato di HPN 2023, Jokowi Minta Perpres Publisher Right Tuntas dalam Sebulan

Jokowi meminta pihak terkait agar segera bertemu untuk menuntaskan klausul-klausul yang akan dimasukkan dalam Perpres tentang Publisher Right.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Hadiri HPN 2023, Jokowi: Media Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Presiden RI Joko Widodo mengingatkan seluruh insan pers bahwa kondisi media pers saat ini tidak dalam kondisi yang baik.

NASIONAL | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Sugeng Guruh Gautama


# Disney PHK Karyawan


# Gempa Turki


# Ferdy Sambo


# Capres PDIP


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi: Pemberitaan yang Bertanggungjawab Jadi Tantangan Insan Pers

Jokowi: Pemberitaan yang Bertanggungjawab Jadi Tantangan Insan Pers

NASIONAL | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE