Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Salman Rushdie Kehilangan Penglihatan Satu Mata dan Tangan Lumpuh

Minggu, 30 Oktober 2022 | 19:49 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Salman Rushdie

New York, Beritasatu.com – Penulis novel “Ayat-ayat Setan” Salman Rushdie kehilangan penglihatan pada satu matanya dan mengalami tangan lumpuh setelah pulih dari serangan seorang pria di atas panggung pada sebuah acara sastra di New York, AS, Agustus lalu, demikian penjelasan sang agen.

Agen sastra Andrew Wylie mengatakan kepada surat kabar berbahasa Spanyol El Pais dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Sabtu (29/10/2022) bahwa Salman Rushdie menderita tiga luka serius di lehernya dan 15 luka lagi di dada dan dada dalam serangan yang menghilangkan penglihatan di mata dan membuat tangannya lumpuh.

Salman Rushdie yang berusia 75 tahun menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam persembunyian setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini Iran mengeluarkan fatwa 1989, yang menyerukan kematiannya setelah penerbitan novelnya "The Satanic Verses," yang oleh sebagian Muslim dianggap sebagai penistaan. Selama dua dekade terakhir, Rushdie telah bepergian dengan bebas.

Sang penyerang, Hadi Matar telah dipenjara setelah mengaku tidak bersalah atas percobaan pembunuhan dan penyerangan dalam serangan 12 Agustus terhadap Salman Rushdie saat dia diperkenalkan di Chautauqua Institution, sebuah pusat pedesaan yang terletak di barat daya Buffalo.

Setelah serangan itu, Salman Rushdie dirawat di sebuah rumah sakit Pennsylvania, di mana dia dipasangi ventilator sebentar untuk memulihkan diri dari apa yang dikatakan Wylie kepada El Pais sebagai "serangan brutal" yang memotong saraf di satu lengan.

Dalam wawancara penjara dengan The New York Post , Matar mengatakan dia tidak menyukai Salman Rushdie dan memuji Khomeini. Iran membantah terlibat dalam serangan itu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Marca


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI