Logo BeritaSatu

Pemerintah Pusat Masih Lemah Atasi Kekerasan Agama

Kamis, 28 Februari 2013 | 20:43 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / B1

Jakarta - Pemerintah pusat dinilai masih lemah memberikan perlindungan terhadap agama minoritas di Indonesia.

Demikian pernyataan yang dilontarkan Pimpinan HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi, Pdt. Palti Panjaitan dalam menanggapi pernyataan dari Human Rights Watch (HRW).

Organisasi ini meminta Pemerintah tidak mentolerir kekerasan terhadap agama minoritas. HRW menilai pemerintahan SBY lemah dalam mengatasi permasalah ini.

"Saya setuju dengan penilaian HRW. Saya melihat tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menangani kekerasan antar agama sangat rendah. Malah cenderung tidak berbuat apa-apa terhadap agama minoritas yang teraniaya," kata Palti kepada beritasatu.com, Kamis (28/2).

Banyak peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub) yang sudah melanggar Undang-Undang Dasar 1945, namun tidak pernah dikoreksi oleh pemerintah pusat. Sehingga hukum rimba yang berlaku, yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. Pihak yang menjadi korban justru diperlakukan sebagai penjahat, sedangkan pelaku kejahatan diperlakukan sebagai korban.

"Makanya saya sangat setuju sekali dengan penilaian HRW. Contohnya kasus HKBP Filadelfia. Sampai sekarang tidak ada penyelesaian apa pun dari pusat. Tidak ada sikap apa pun yang diambil SBY. Seharusnya dia turun tangan untuk menyelesaikan masalah kami, karena wewenangnya sudah ada ditangan pusat, bukan daerah lagi," ujarnya.

Karena itu, Palti berharap agar pemerintah pusat dan agama mayoritas di Indonesia mampu melindungi agama minoritas. "Bukan hanya mengembangkan toleransi agama saja, tetapi agama mayoritas dan pusat memiliki tanggung jawab melindungi yang minoritas. Karena mereka telah diberikan berkah yang lebi besar sehingga harus melindungi yang kecil. Seperti yang kaya melindungi yang miskin," harapnya.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Garin Nugroho Terima Gelar Doktor HC dari ISI Surakarta

Garin Nugroho Riyanto menerima gelar Gelar Kehormatan Doctor Honoris Causa dalam bidang Penciptaan Seni Film untuk pertama kalinya dari ISI Surakarta.

NEWS | 6 Desember 2022

Penembak Dog Walker Lady Gaga Divonis 21 Tahun Penjara

Seorang pria yang diketahui telah menembak dog walker Lady Gaga dijatuhi hukuman 21 tahun penjara di Pengadilan Los Angeles.

NEWS | 6 Desember 2022

Total Rumah Rusak Gempa Cianjur Jadi 47.769 Unit

Total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat mencapai 47.769 unit, hal ini diungkapkan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Cianjur Budi Rahayu Toyib.

NEWS | 6 Desember 2022

Basarnas Terus Cari 8 Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur

Basarnas terus mencari delapan korban hilang akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Namun, mulai Rabu (7/12/2022), operasi pencarian dilakukan secara pasif.

NEWS | 6 Desember 2022

Gawat, Indonesia Masuk di 25 Negara Paling Mematikan untuk Wisatawan

The Swiftest baru saja mengeluarkan daftar 50 negara paling mematikan untuk wisatawan, di mana Indonesia termasuk dalam 25 negara teratas.

NEWS | 6 Desember 2022

MUI Jabar Buat Surat Edaran Tegaskan Bencana Bukan Azab

MUI Jabar membuat surat edaran yang berisi penegasan bahwa musibah atau bencana alam bukanlah azab dari Tuhan Yang Maha Esa.

NEWS | 6 Desember 2022

Menkumham: RKUHP yang Disahkan Efektif Berlaku Setelah 3 Tahun

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengungkapkan, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP)

NEWS | 6 Desember 2022

Ismail Bolong Jalani Pemeriksaan Kasus Tambang Ilegal Kaltim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah memeriksa Ismail Bolong terkait kasus tambang ilegal Kalimantan Timur (Kaltim)

NEWS | 6 Desember 2022

Dituduh Hancurkan Barang Bukti Tragedi Itaewon, 2 Mantan Polisi Ditangkap

Dua mantan polisi Korea Selatan ditangkap pada hari Senin (5/12/2022), dengan tuduhan menghancurkan barang bukti dari tragedi Itaewon.

NEWS | 6 Desember 2022

Hendra Sebut Kapolri Minta Kasus Brigadir J Ditangani secara Profesional

Hendra Kurniawan menyebutkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar kasus Brigadir J ditangani secara profesional.

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga 1: Drama Lima Gol Terjadi Saat Persebaya Lawan Barito

Liga 1: Drama Lima Gol Terjadi Saat Persebaya Lawan Barito

BOLA | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE