Logo BeritaSatu

Berdendang Bergoyang, Polisi Periksa Manajemen GBK

Kamis, 3 November 2022 | 11:51 WIB
Oleh : Prasetyo Nugroho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Komarudin mengatakan sebanyak 14 orang sudah diperiksa sebagai saksi terkait konser Berdendang Bergoyang. Mereka adalah saksi fakta dan saksi ahli. Dua dari 14 saksi itu adalah perwakilan dari Satuan Tugas Covid-19 dan manajemen Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Mereka dimintai keterangan pada Rabu, 2 November 2022 kemarin.

"Jadi total sudah 14 orang kami periksa. Saksi yang (krusial) dari Satgas Covid-19 dan manajemen GBK," ucap Komarudin kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).

Advertisement

Dia mengatakan keterangan Satgas Covid-19 dinilai semakin membuat terang kasus. Polisi menggali terkait jumlah penonton. Dia menyebut ada perbedaan dari segi jumlah saat pihak panitia mengajukan izin. "Kan berbeda jumlahnya dari yang diajukan ke saya sama ke Satgas Covid-19. Jadi yang diajukan ke saya hanya 3.000, sementara yang diajukan ke Satgas Covid 5.000," katanya.

Lebih lanjut mantan Kapolres Metro Tangerang Kota itu mengatakan, pihaknya bakal segera melakukan gelar perkara untuk menentukkan langkah lanjutan karena sudah rampungnya pemeriksaan saksi. "Kami gelar untuk menentukan dulu kasus ini naik atau tidak? Setelah ini kami akan gelar lagi untuk penentuan. Kalaupun memang naik sidik, nanti akan ada gelar lagi untuk menentukan tersangka siapa yang bertanggung jawab," ujar dia.

Untuk diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat menghentikan konser Berdendang Bergoyang di Istora Senayan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam. Konser tersebut dihentikan sekitar pukul 22.10 WIB karena penonton membeludak.

Selain melebihi kapasitas penonton, Komarudin mengungkap pelanggaran lain pihak penyelenggara hingga konser tersebut dihentikan. Pelanggaran pertama, kata Komarudin, terjadi melebihi kapasitas atau jumlah penonton yang melebihi ketentuan. Hal ini yang kemudian memicu sumbatan dan dorong-dorongan antar-penonton.

Kedua, berdasarkan temuan jajarannya, penyelenggara konser Berdendang Bergoyang hanya menyediakan satu tenda kesehatan untuk penonton. Padahal, banyak penonton yang pingsan saat menonton konser tersebut.

Selain itu, pihak penyelenggara tidak mematuhi beberapa imbauan seperti menambah tenda kesehatan, menutup dua panggung di area Istora, hingga membatasi jumlah penonton.

Panitia acara juga melewati batas penyelenggaraan hingga pukul 24.00 WIB pada Jumat, 29 Oktober 2022. Padahal, izin konser Berdendang Bergoyang ini hanya sampai pukul 23.00 WIB. Pihaknya pun menilai panitia konser ini tidak memperhatikan faktor keselamatan untuk para penontonnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kanker Salah Satu Penyakit Tertinggi Bebani BPJS Kesehatan

Menkes mengatakan kanker merupakan salah satu penyakit yang paling tinggi bebani Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan.

NEWS | 3 Februari 2023

Streamer Aplikasi Pornografi Bling Bling Raih Untung Rp 30-40 Juta per Bulan

Pelaku streamer aplikasi pornografi Bling Bling bisa meraih keuntungan Rp 30 sampai Rp 40 juta per bulan.

NEWS | 3 Februari 2023

Kasus Diabetes Anak Naik Drastis, Menkes: Kurangi yang Manis-manis

Terkait kasus diabetes anak, Menkes Budi  meminta kalangan orang tua untuk menjaga asupan dengan mengurangi makanan yang terlalu manis.

NEWS | 3 Februari 2023

Menyesal Jadi Eksekutor Pembunuhan Berantai, Duloh Siap Dihukum Mati

Duloh alias Solihin menyesal menjadi eksekutor pembunuhan berantai atau serial killer. Duloh pun siap dihukum mati.

NEWS | 3 Februari 2023

Kasus Pemalsuan Dokumen Bambang Kayun, Bareskrim Terbitkan Red Notice

Dittipidum Bareskrim Polri menerbitkan permohonan red notice pada dua tersangka terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen terkait AKBP Bambang Kayun

NEWS | 3 Februari 2023

Menkes Sebut Kanker Jadi Penyakit Pembunuh Nomor Tiga di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan kanker menjadi penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia.

NEWS | 3 Februari 2023

Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Online Jaringan Internasional

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kasus asusila dan pornografi online jaringan internasional yaitu Kamboja dan Filipina.

NEWS | 3 Februari 2023

UNS Ikut Berperan Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik

Menurut Agus, Pusat Unggulan Ipek (PUI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

NEWS | 3 Februari 2023

Kendala Penanganan Kanker, Menkes: Masuknya Ahli dan Informasi Belum Mulus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kendala penanganan kanker yang ada di Indonesia.

NEWS | 3 Februari 2023

Polda Metro Bakal Dalami Laporan yang Dilayangkan Keluarga Mahasiswa UI

Polda Metro Jaya menyatakan bakal mendalami laporan yang dilayangkan oleh keluarga mahasiswa UI, Hasya Athallah Saputra.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kanker Salah Satu Penyakit Tertinggi Bebani BPJS Kesehatan

Kanker Salah Satu Penyakit Tertinggi Bebani BPJS Kesehatan

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE