Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Daerah Ditantang Tingkatkan Inovasi Berfokus pada Masyarakat

Rabu, 9 November 2022 | 12:59 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo.

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah daerah ditantang untuk meningkatkan inovasi yang berfokus pada masyarakat sebagai penerima manfaat. Apalagi, ukuran inovasi tidak terletak pada pencetusnya, melainkan siapa penerima manfaatnya.

Untuk itu, pemerintah daerah tidak perlu takut untuk melakukan perubahan dan terus berupaya meningkatkan inovasi. Meski terkadang butuh waktu yang lama bagi masyarakat untuk merasakan manfaatnya, namun inovasi daerah jangan pernah berhenti.

"Tentu saja bagi penggagas inovasi, itu hal yang biasa. Namun, bagi masyarakat yang akan penerima manfaat, inovasi adalah hal yang baru dan luar biasa," ujar Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Pada Senin (7/11/2022), Yusharto dan jajaran BKSDN Kemendagri menerima kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Yusharto menekankan bahwa ukuran inovasi bukan terletak pada siapa yang mencetuskannya. Inovasi diukur dari apa manfaat dan siapa yang akan menerima manfaatnya.

"Seperti halnya awal-awal revolusi industri, kita harus menunggu beberapa generasi, menunggu satu inovasi ke inovasi lain (untuk bisa merasakan dampaknya). Tetapi, dengan kemajuan saat ini, ada yang mengklaim dengan hanya berkedip mata saja sudah ada inovasi baru," ujarnya.

Yusharto juga menegaskan bahwa Kemendagri dalam berbagai kesempatan tak pernah berhenti untuk mendorong setiap daerah melakukan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing. Hal ini dapat dilakukan dengan mengacu pada 36 urusan pemerintahan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga terus didorong agar dapat membangun masyarakat yang mampu menciptakan berbagai inovasi. "Teori menyebutkan kalau tingkat pendidikannya sudah bagus, dia akan berperan menjadi innovator. Sementara, kalau tingkat pendapatanya sudah lebih bagus, dia akan menjadi lebih inovatif dibandingkan daerah yang lain," ujar Yusharto.

Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Ponorogo, Eko Bagus Priambodo mengatakan, inovasi di daerahnya yang sudah berjalan cukup baik. Namun, ujarnya, masih banyak inovasi yang belum dicatat dan dilaporkan kepada Kemendagri.

"Terus terang, kami hadir ke sini untuk memohon bimbingan dan arahan terkait pertumbuhan inovasi di Ponorogo yang masih agak kesulitan dan terkendala soal pencatatan. Ke depan, kami berharap bisa betul-betul menggali potensi daerah dan tertib dalam pencatatan maupun pelaporan," ujar Eko.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI