Logo BeritaSatu

Raja Charles III dan Permaisuri Camilla Nyaris Kena Lemparan Telur

Rabu, 9 November 2022 | 21:52 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

York, Beritasatu.com - Raja Charles III dan istrinya Permaisuri Camilla nyaris kena lemparan telur ke arah mereka selama kunjungan ke Inggris utara pada Rabu (9/11/2022), rekaman media Inggris menunjukkan.

Raja berusia 73 tahun dan Camilla, 75, tampaknya menjadi sasaran dengan tiga telur yang mendarat di dekat mereka saat berjalan-jalan di York, sebelum mereka diantar pergi oleh para pengawal.

Advertisement

Seorang pria terdengar berteriak "negara ini dibangun di atas darah budak" dan "bukan raja saya" sebelum dia ditahan oleh beberapa petugas polisi saat insiden itu terjadi, rekaman itu menunjukkan.

Pengunjuk rasa juga mencemooh pasangan kerajaan itu sebelum insiden melempar telur ke arah pemimpin monarki Inggris itu, menurut wartawan di tempat kejadian.

Orang-orang lain dalam kerumunan yang berkumpul di lokasi bersejarah Bar Micklegate untuk kunjungan itu mulai meneriakkan "Tuhan selamatkan Raja".

Charles dan Camilla melanjutkan dengan upacara tradisional untuk secara resmi disambut wali kota York ketika polisi digambarkan membawa tersangka pelaku ke dalam tahanan.

Media Inggris menjulukinya sebagai mantan kandidat Partai Hijau dan aktivis kelompok protes lingkungan Extinction Rebellion.

Para bangsawan berada di kota bersejarah itu untuk menghadiri peresmian patung ibu Charles, Ratu Elizabeth II, yang pertama dipasang sejak kematiannya pada 8 September.

Raja Charles III dan Permaisuri Camilla Nyaris Kena Lemparan Telur
Telur-telur yang dilemparkan ke arah Raja Inggris Charles III selama kunjungannya ke York, Inggris utara pada 9 November 2022.

Pada hari Selasa, Charles bertemu dengan seniman di dekat Leeds yang telah mengambil bagian dalam proyek yang mengeksplorasi peran Inggris dalam perbudakan, dan mengungkapkan bahwa dia terbuka untuk diskusi tentang topik tersebut.

"Dia siap untuk melakukan percakapan ini dan melihat pekerjaan apa yang bisa dilakukan," Fiona Compton, seorang seniman dan sejarawan St Lucian yang mengenal raja dan terlibat dalam proyek tersebut, mengatakan kepada wartawan sesudahnya.

"Dia setuju, ini sejarah Inggris, tidak boleh disembunyikan.

"Dengan cara yang sama kita berbicara tentang Holocaust, kita harus terbuka untuk berbicara tentang keterlibatan Inggris dalam perdagangan budak," tambah Compton, yang ayahnya adalah perdana menteri St Lucia.

Masalah ini semakin dihadapi keluarga kerajaan, ketika gerakan republik yang berkembang di negara-negara Persemakmuran dengan raja Inggris sebagai kepala negara menyerukan kepada Mahkota untuk meminta maaf atas perdagangan budak dan menebus penjajahan.

Selama tur Karibia oleh putra tertua raja Pangeran William awal tahun ini, ia menghadapi protes tentang hubungan kerajaan masa lalu dengan perbudakan, tuntutan reparasi dan sentimen republik yang berkembang.

Adik bungsu Charles, Pangeran Edward, mengalami protes serupa dan membatalkan perjalanan ke Grenada setelah protes pro-republik di sana.
es.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Minyakita Hilang di Pasaran, Minyak Tanpa Merek Jadi Pilihan Warga

Minyak goreng bersubsidi dengan merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menghilang atau langka dari pasaran.

NEWS | 3 Februari 2023

Menteri LHK: Indonesia Komitmen Mitigasi Perubahan Iklim

Menteri LHK, Siti Nurbaya menegaskan, keseriusan pemerintah terkait penanganan isu perubahan iklim, dilakukan melalui inisiasi Indonesia Folu Net Sink 2030.

NEWS | 3 Februari 2023

Amphuri Minta Kenaikan Biaya Haji Sebanding dengan Layanan

Menurut Farid, Amphuri berharap pemerintah menetapkan biaya haji 2023 sebanding dengan layanan yang akan diterima calon jemaah haji.

NEWS | 3 Februari 2023

Polda Jatim Kerahkan 4.907 Personil Amankan Peringatan 1 Abad NU

Menurut rencana, jutaan massa NU dari berbagai daerah akan mulai berdatangan sehari sebelum kegiatan peringatan 1 abad NU.

NEWS | 3 Februari 2023

Ketua Matakin Ingatkan Pentingnya Edukasi untuk Pelihara Indonesia yang Toleran

Ketua Matakin Liem Liliany Lontoh mengingatkan pentingnya edukasi untuk memelihara Indonesia yang toleran.

NEWS | 3 Februari 2023

Ketua MUI Cholil Nafis Usul Ada Kawasan Halal di Jakarta

Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyarankan adanya kawasan halal di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu. 

NEWS | 3 Februari 2023

Polisi Norwegia Larang Pembakaran Al-Quran Saat Aksi Protes

Polisi Norwegia pada hari Kamis (2/2/2023) melarang rencana protes anti-Islam termasuk pembakaran Al-Qur'an pada minggu ini untuk alasan keamanan

NEWS | 3 Februari 2023

GKBRAy Paku Alam X Bangga Batik Buatannya Diterima Paus Fransiskus

GKBRAy Adipati Paku Alam X bangga dan terharu setelah mengetahui bahwa Paus Fransiskus sempat memakai batik tulis buatannya.

NEWS | 3 Februari 2023

Plt Ketum PPP Silaturahmi ke Ponpes Tgk Chiek Oemar Diyan Aceh

Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono bersilaturahmi ke Ponpes atau Dayah Modern Tgk Chiek Oemar Diyan di Aceh, Kamis (2/2/2023).

NEWS | 2 Februari 2023

170 Mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi Raih Beasiswa Teladan

Sebanyak 170 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi meraih beasiswa Teladan 2023 dari Tanoto Foundation. 

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Musim Panen Belum Tiba, Harga Beras Melonjak di Pasaran

Musim Panen Belum Tiba, Harga Beras Melonjak di Pasaran

EKONOMI | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE