Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Inovasi Bantu Pemerintah Daerah Tingkatkan Pelayanan Publik

Senin, 14 November 2022 | 21:48 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo.

Jakarta, Beritasatu.com – Kehadiran inovasi dalam program kemasyarakatan diyakini akan meningkatkan pelayanan publik di daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah (pemda) terus didorong untuk meningkatkan inovasi atau memanfaatkan berbagai inovasi yang sudah dimiliki pemerintah pusat.

Kaitan dengan itu, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat pembinaan inovasi terhadap daerah. Hal ini sebagai salah satu upaya agar pemda mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengatakan, saat ini pihaknya terus memperbaiki akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan Innovative Government Award (IGA). Hal ini penting dilakukan mengingat IGA merupakan ajang pemberian penghargaan kepada daerah terinovatif.

Langkah itu dilakukan salah satunya melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Tahun ini, BSKDN menjalin kerja sama dengan Scientific Modeling, Application, Research, and Training for City-Centered Innovation and Technology (Smart City) Universitas Indonesia (UI) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim validasi dan kontrol kualitas dalam proses pengukuran indeks inovasi daerah ini," ujar Yusharto pada Rapat Penyerahan Hasil Validasi dan Quality Control Inovasi Urusan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2022 di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Yusharto menjelaskan, dari sekitar 26.000 inovasi yang didaftarkan pemda kepada BSKDN, hanya 11.000 inovasi yang mendapat nilai tertinggi sesuai kriteria yang telah dibuat. Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi sebagai mitra kerja atau validator.

“Penentuan kriteria tersebut tentu saja memperhatikan daerah-daerah sesuai dengan klaster masing-masing, termasuk daerah 3T atau daerah perbatasan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Validasi dan Quality Control Smart City UI, Ahmad Gamal mengungkapkan sejumlah hal penting yang perlu menjadi landasan BSKDN dalam membina inovasi daerah. Dia menekankan, BSKDN perlu memperhatikan daerah yang memiliki inovasi sesuai paramerter yang disepakati.

Menurut Gamal, masih banyak daerah yang memiliki program bagus, tetapi tidak mampu menjelaskan rancang bangun dan dampak yang luas. Daerah seperti ini, kata dia, perlu mendapat pembinaan dari BSKDN Kemendagri.

"Daerah tersebut perlu menjadi perhatian untuk dikunjungi di lapangan dan hal tersebut bisa menjadi dasar bagi Kemendagri untuk melakukan pembinaan," kata Gamal.

Pada kesempatan itu, Kepala BSKDN Kemendagri juga menandatangani Hasil Validasi dan Quality Control Inovasi Urusan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2022 bersama Smart City UI dan Fisipol UGM.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI