Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi Belum Bisa Simpulkan Dugaan 1 Keluarga Tewas di Kalideres Apokaliptik

Selasa, 15 November 2022 | 09:37 WIB
Oleh : Prasetyo Nugroho / BW
Jurnalis mengambil gambar di rumah tempat ditemukannya 4 mayat di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta, Senin, 14 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendi mengatakan, polisi masih belum bisa menyimpulkan soal dugaan bahwa keluarga itu menganut paham apokaliptik. Sebab, penyelidikan masih berjalan.

Dugaan keluarga itu menganut paham apokaliptik mencuat di tengah proses penyelidikan. Namun, polisi juga belum bisa menyimpulkan terkait dugaan ini.

Polisi memastikan tak ada buku terkait sekte tertentu milik keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

"Buku-buku ada, tetapi tidak ada sekte-sekte. Masih dipelajari, bukan sekte kok, buku biasa," kata Avrilendi, Selasa (15/11/2022).

Sebelumnya, kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala menduga kematian satu keluarga yang beranggotakan empat orang tersebut disebabkan oleh apokaliptik.

"Jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem," ujar Adrianus.

Peristiwa ini menurutnya, serupa dengan kematian massal pengikut sekte Peoples Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan pada 1978.

"Jadi, mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," kata Adrianus.

Uji Forensik
Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, melakukan uji forensik terhadap jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kedokteran Kepolisian (Yandokpol) RS Polri Kramat Jati, Kombes Agung Widjajanto, mengatakan, proses uji laboratorium forensik itu dilakukan dengan memeriksa organ tubuh korban.

"Belum (selesai). Untuk uji laboratorium pada pemeriksaan jenazah meninggal tidak wajar, semua organ diambil sampel untuk diperiksa," kata Agung Widjajanto di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Agung belum dapat memastikan kapan hasil uji forensik terhadap keempat jenazah di Kalideres yang terdiri dari pasangan suami istri, anak perempuan, dan ipar tersebut selesai.

Dikatakan, kondisi keempat jenazah yang sudah membusuk menjadi salah satu kendala dalam proses pemeriksaan uji laboratorium forensik untuk mengungkap kasus kematiannya.

"Belum ada info. Karena tingkat kesulitan berupa kondisi pembusukan lanjut," ujar Agung.

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati melakukan autopsi terhadap keempat jenazah yang ditemukan tewas di Kalideres.

Diketahui jenazah itu terdiri dari pasangan suami istri Rudyanto Gunawan (71) dan Renny Margaretha (68), anak Dian (42), dan adik ipar Budyanto Gunawan (69).

Hasil autopsi menunjukkan tidak ditemukan luka penganiayaan terhadap tubuh jenazah 1 keluarga di Kalideres tersebut.

Kepolisian sektor (Polsek) Kalideres melakukan koordinasi dengan keluarga korban terkait rencana pengembalian keempat jenazah kepada keluarga di perumahan kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

"Kami dari pihak kepolisian sudah menyampaikan kepada keluarga, bukan berarti kita mau menunda-nunda, namun ini biar tuntas dulu dan keluarga setuju," kata Kapolsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Syafri mengaku sebelumnya pihak keluarga sempat meminta kepada pihak kepolisian untuk memulangkan jenazah satu keluarga di Kalideres.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI