Logo BeritaSatu

Kader Muhammadiyah Dinilai Cocok Jadi Calon Pemimpin Bangsa

Rabu, 16 November 2022 | 14:32 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin dari kader Muhammadiyah. Menurut Hasto, banyak kader Muhammadiyah yang layak disiapkan menjadi pemimpin di lembaga politik.

Hal itu disampaikan Hasto saat menjadi pembicara dalam diskusi menuju Muktamar Muhammadiyah bertema "Suksesi Kepemimpinan 2024" di Gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).

Advertisement

“Dari Muhammadiyah bisa kita gali way of leadership. Bung Karno ingin kain kafannya ditutup dengan bendera Muhammadiyah dan begitu memahami Islam is a progress. Karena itulah rekomendasi saya menyikapi 2024 kader-kader Muhammadiyah dapat disiapkan sebagai calon legislatif ataupun eksekutif melalui parpol,” kata Hasto.

Menurut Hasto, sudah saatnya kader-kader Muhammadiyah disiapkan menjadi pemimpin bangsa. Sejarah, kata Hasto, telah menunjukkan hal tersebut.

“Saatnya kita menyiapkan kader-kader Muhammadiyah dengan cara-cara Bung Karno, KH Ahmad Dahlan, KH Agus Salim, Ir Djuanda dan lainnya dengan menggembleng diri, menjadi sosok pemimpin yang diidealkan sehingga muncul visi kepemimpinan yang kuat,” tegas Hasto.

Diketahui, Proklamator RI Soekarno menjadi kader Muhammadiyah sejak 1930. Bahkan Bung Karno pernah menjadi pengurus Majelis Pendidikan dan Menengah Muhammadiyah di Bengkulu. Soekarno tertarik dengan Muhammadiyah berkat sang pendiri KH Ahmad Dahlan yang dikenal sebagai sosok islamis yang revolusioner, terutama di bidang pendidikan.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyatakan gotong royong dalam konfigurasi politik nasional saat ini harus dibangun berdasarkan akar sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Jika melihat dalam kesadaran historis serta jiwa gotong royong bangsa Indonesia, kata Hasto, bisa dilihat bagaimana Muhammadiyah didirikan pada 1912, kemudian Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 1926, serta PNI di tahun 1927.

Berdasarkan survei saat ini, banyak pemilih atau pendukung Muhammadiyah preferensi politiknya ke PAN. Kemudian NU, dan secara kultural memiliki preferensi ke PKB, PPP, dan PDIP yang hadir sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya.

"Ini kan sama-sama berjuang untuk kemerdekaan bangsa kita. Kemudian PDI Perjuangan, PAN, PPP, PKB memiliki akar historis yang kuat sebagai cermin gotong royong nasional untuk mencapai kemerdekaan Indonesia,” ungkap Hasto.

Tak hanya itu, Hasto juga menyebut Golkar yang sejatinya didirikan oleh Bung Karno sebagai kelompok fungsional, yang kemudian dibesarkan pada masa Orde Baru. Demikian pula Gerindra yang jika dilihat bagian dari akar perjuangan bangsa. Hal ini karena Margono Djojohadikusumo, kakek dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto adalah pejuang, juga pahlawan nasional.

"Dengan melihat konfigurasi partai partai yang memiliki rekam jejak sejarah perjuangan bangsa dan negara, kalau ini bisa membangun kekuatan gotong royong nasional maka akan menentukan stabilitas politik, ekonomi dan mengejar ketertinggalan kita dibandingkan bangsa bangsa lain," kata Hasto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lima Hari Hanyut, Bocah Perempuan di Malang Akhirnya Ditemukan

Warga Dusun Ngrancah di Malang, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bocah perempuan dalam kondisi mengapung di aliran Sungai Brantas

NEWS | 30 Januari 2023

Unik, Pesta Ulang Tahun Anjing Digelar ala Kekaisaran Tiongkok

Di Kota Surabaya terdapat enam ekor anjing ras mini pom-pom yang merayakan ulang tahunnya secara besar-besaran layaknya manusia.

NEWS | 30 Januari 2023

Top 5 News: Jalan Ambles di Grobogan hingga Juventus Jelang Lawan Monza

Kabar tentang jalur Semarang-Grobogan yang ambles sepanjang 25 meter menjadi berita terpopuler atau top news Beritasatu.com, Minggu (29/1/2023).

NEWS | 30 Januari 2023

Menpan RB Klarifikasi Anggaran Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Rapat

Menpan RB menegaskan dirinya tidak pernah menyebutkan anggaran pengetatan kemiskinan Rp 500 triliun tersedot untuk rapat dan studi banding kemiskinan.

NEWS | 30 Januari 2023

Pesta Rakyat Cap Go Meh di Bogor Digelar hingga 2 Februari 2023

Bazar Pesta Rakyat, salah satu kegiatan dari rangkaian acara Cap Go Meh (CGM)-Bogor Street Fest (BSF) 2023 digelar sejak 26 Januari hingga 2 Februari 2023.

NEWS | 30 Januari 2023

2 Pelajar di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan

Dua pelajar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban pembacokan di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Cicurug dan Palabuhanratu.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Perayaan Imlek, Ini Kata DPP PITI

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PITI Denny Sanusi menyatakan, Imlek bukan suatu perayaan agama tertentu.

NEWS | 30 Januari 2023

Permabudhi: Imlek Momentum Perayaan Sukacita Kebangsaan

Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntjoro Widjaja mengatakan, Tahun Baru Imlek merupakan momentum perayaan sukacita kebangsaan.

NEWS | 30 Januari 2023

Besok, PM Malaysia Anwar Ibrahim Gelar Kunjungan Resmi ke Singapura

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan menggelar kunjungan resmi ke Singapura pada Senin (30/1/2023) besok.

NEWS | 29 Januari 2023

Soal Isu Reshuffle Kabinet, PKB: Belum Pasti Terjadi

Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebutkan bahwa reshuffle kabinet yang dikabarkan dilakukan pada Rabu Pon 1 Februari 2023, belum pasti terjadi.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Mobil Listrik Bisa Mengalahkan LCGC? Ini Syaratnya

Harga Mobil Listrik Bisa Mengalahkan LCGC? Ini Syaratnya

OTOMOTIF | 49 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE