Indeks Hukum-kriminalitas
Tanggal:    
Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:21 WIB

Duet Pasutri Curi Ratusan Sepeda Motor Berakhir di Balik Jeruji Besi

Sebelum bersama sang istri, tersangka RW menjalankan aksi pencurian berduet dengan bapaknya yang merupakan penjahat kambuhan.

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:07 WIB

Ujaran Kebencian, Massa Pro Anies Dipolisikan

Sekelompok ibu-ibu pro Anies dilaporkan karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian saat aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Jumat, 17 Januari 2020 | 15:37 WIB

4 Pelaku Penyekapan dan Penculikan di Kantor EO Ditahan Polisi

Polisi melakukan penahanan terhadap empat pelaku kasus penyekapan dan penculikan terhadap korban Mike Goenawan SO.

Jumat, 17 Januari 2020 | 14:07 WIB

Jebolan SD Palsukan Web Trimegah Sekuritas Buat Penipuan Investasi

AW yang mendaftarkan web palsu, membiayai, serta menyiapkan peralatan untuk melakukan penipuan

Jumat, 17 Januari 2020 | 10:35 WIB

Pemeriksaan Pramugari Garuda Diundur Jadi 20 Januari

Siwi melalui kuasa hukumnya meminta izin tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena orang tuanya sakit, hari ini.

Jumat, 17 Januari 2020 | 06:30 WIB

Dewi Tanjung Lapor Polisi soal Pencemaran Nama Baik

Menurut Dewi, massa pendukung gubernur mencaci maki serta melakukan pelemparan botol air mineral, pada saat kelompok kontra menggelar aksi.

Kamis, 16 Januari 2020 | 22:10 WIB

Polisi Selidiki Spanduk Seruan Tolak Bioskop di PGC

Foto spanduk berisi seruan aksi menolak keberadaan bioskop XXI di Pusat Grosir Cililitan (PGC), beredar di media sosial.

Kamis, 16 Januari 2020 | 16:00 WIB

Otak Penculikan dan Penyekapan di Pulomas Menyerahkan Diri

Hari ini, inisial A, sebagai manager PT OHP menyerahkan diri.

Kamis, 16 Januari 2020 | 11:17 WIB

Motif Penyekapan di Pulomas Soal Penggelapan Uang

Korban memang mengakui memakai uang untuk keperluan sehari-hari, dan hasil audit menyatakan perusahaan ada kerugian Rp 21 juta.

Kamis, 16 Januari 2020 | 06:59 WIB

Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras

Budianto memberikan klarifikasi, kalau pemerasan atau suap itu bukan dilakukan anggota polisi melainkan makelar kasus (markus) berinisial A.