Orang Tua Siswi SD Korban Colok Mata di Gresik Dipaksa Minta Maaf oleh Pejabat

Surabaya, Beritasatu.com - Orang tua siswi SD di Gresik yang menjadi korban colok mata menggunakan tusuk bakso mendapat intimidasi dan dipaksa membuat pernyataan meminta maaf ke publik karena dianggap membuat kegaduhan.
Perihal intimidasi yang diterima oleh Samsul Arif, orang tua dari siswi SD di Gresik itu, diungkapkan oleh pengacaranya, Abdul Malik. Malik menyatakan, kliennya telah menerima intimidasi dari seorang pejabat.
"Kemarin ada intimidasi-intimidasi yang dilakukan oleh seseorang. Kemarin orang tersebut datang ke rumah klien kami," ujarnya, Jumat (22/9/2023).
Ia menjelaskan, intimidasi yang dimaksud adalah adanya pemaksaan oleh seorang pejabat agar ayah korban membuat pernyataan permohonan maaf secara terbuka pada media.
"Kemarin (oknum tersebut) menemui keluarga dan disuruh membuat surat pernyataan. Pernyataan bahwa pemberitaan itu hoaks, bahwa media-media yang memviralkan itu adalah hoaks. Harus mencabut," ungkapnya.
Tak hanya itu, kliennya bahkan menerima ancaman akan dipecat sebagai sekretaris desa (sekdes) jika tak melakukan pencabutan berita yang dimaksud. Ia bahkan hanya diberi tempo waktu 5 hari.
"Klien saya ini sekretaris desa. Bukan PNS (ASN), tapi dibayar oleh pemkab. Ia diancam jika tak mencabut dalam waktu 5 hari maka akan dipecat," tegasnya.
Ia pun menegaskan pada sang klien agar tidak takut. Sebab, pihaknya akan menempuh upaya hukum jika nantinya ia benar-benar dipecat. "Kita akan tempuh upaya hukum jika ia nanti benar-benar dipecat," tegasnya.
Ia menyebut, untuk mewujudkan tekanan itu, sang pejabat bahkan telah membuatkan draf susunan kalimat yang diminta untuk dibacakan ayah korban di hadapan awak media. Draft surat pernyataan itu bahkan diminta untuk diucapkan dengan tertanggal 20 September 2023.
Diketahui, seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gresik diduga mengalami kebutaan mata secara permanen gara-gara ditusuk menggunakan gagang tusuk cilok. Mirisnya, pelaku diduga merupakan teman satu sekolahnya yang berniat untuk memalak korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang berusia 8 tahun itu mengalami kebutaan permanen pada mata sebelah kanannya. Kejadian itu sendiri, terjadi pada 7 Agustus lalu.
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI

Langka! Banjir Menerjang Dataran Tinggi di Malang

Jokowi Ingatkan Perbankan Kucurkan Kredit ke UMKM, Jangan Hanya Beli SBN

Helikopter Militer AS Jatuh di Laut Jepang, 1 Orang Dipastikan Tewas

Piala AFC: Hajar Stallion 5-2, Bali United Bertengger di Posisi 3 Grup G

Kiper Liverpool Alisson Becker Cedera Panjang

Eks Aktivis 98 Sepakat Tolak Fitnah untuk Prabowo-Gibran

Selesai Diperiksa Penyidik, SYL Ngaku Sudah Sampaikan Semua Fakta

Diperiksa soal Dugaan Pemerasan Firli Bahuri, SYL Dicecar 12 Pertanyaan

Lirik Lagu Di Tepian Rindu oleh Davi Siumbing yang Viral di Media Sosial

204 Juta Data Pemilih di KPU Bocor, Menkominfo Sebut Bukan Motif Politik

Dampak Perubahan Iklim Makin Nyata, Jokowi Beberkan Faktanya

Ketidakpastian Global Masih Menghantui, Begini Karakteristiknya

Geledah Rumah di Jakarta, KPK Sita Bukti Dokumen Terkait Kasus Wamenkumham

Ada Gangguan Sinyal di Stasiun Citayam, Perjalanan KRL Tertahan

Lirik Lagu Before You Go dari Lewis Capaldi dan Terjemahannya
1
B-FILES


Pemilu 2024 vs Kesejahteraan Mental Generasi Z
Geofakta Razali
Rakernas IDI dan Debat Pilpres 2024
Zaenal Abidin
Indonesia dan Pertemuan Puncak APEC
Iman Pambagyo