Latihan Operasi Udara, Pesawat TNI AU Bombardir Natuna

Latihan Operasi Udara, Pesawat TNI AU Bombardir Natuna
Pesawat Sukhoi 27/30 yang akan ikut dalam Latihan Operasi Udara dengan sandi Angkasa Yudha 2013, Kamis (31/10). ( Foto: tni-au.mil.id )
Yeremia Sukoyo / JAS Rabu, 30 Oktober 2013 | 09:40 WIB

Natuna-Sejumlah pesawat tempur TNI AU terdiri dari enam Su-27/30 Sukhoi Skadron 11, empat F-16 Fighting Falcon Skadron 3, empat Hawk 109/209 Skadron 12, empat Hawk 109/209 Skadron 1 dan tiga EMB-314 Super Tucano Skadron 21 besok, Kamis (31/10) akan menggempur Kepulauan Natuna dengan bom dan roket.

Seluruh pesawat tempur secara bergantian akan memuntahkan bom dan roket terhadap sasaran di darat dan pantai maupun laut sekitar Kepulauan Natuna yang dikuasai musuh.

Sebelum pengeboman dilakukan, sebuah pesawat intai Boeing 737-200 Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang dikawal dua Sukhoi melakukan pengintaian dan pemotretan udara di sekitar Natuna. Pengintaian juga dilakukan pesawat Cassa 212 Skadron Udara 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang yang dikawal dua pesawat Hawk 109/209.

Selain itu dilakukan pengintaian bersenjata (ARM RECCE) oleh pesawat Hawk 109/209 Skadron, F-16 Fighting Falcon, Su-27/30 Sukhoi dan EMB-314 Super Tucano.

Untuk mengendalikan pertempuran dan pengeboman oleh pesawat-pesawat tempur TNI AU, pada H-2 diterjunkan 13 pasukan tim Pengendali Tempur (Dalpur) oleh CN-295 Skadron 2 pada dini hari untuk menghidari pantauan musuh.

Usai pengeboman oleh pesawat-pesawat tempur TNI AU, sekitar 400 Pasukan Khas Angkatan Udara (Paskhasau) yang diterjunkan dari tujuh pesawat C-130 Hercules. Prajurit yang diterjunkan lakukan penyerbuan ke daerah musuh untuk membersihkan sisa-sisa musuh yang masih tersisa dan untuk menguasai obyek vital.

Sedangkan untuk mengoperasikan kembali pangkalan yang sudah dikuasai C-130 Hercules dilakukan air landed membawa Paskhas yang terlatih di bidang PLLU, Meteorologi maupun fasilitas pangkalan agar memudahkan operasi selanjutnya.

Dalam pertempuran tidak tertutup kemungkinan akan terjadi penyanderaan dan evakuasi korban-korban pertempuran, untuk membebaskan penyanderaan Tim Paskhasau akan melakukan operasi SAR Tempur (Sarpur) sedangkan untuk korban pertempuran akan dilakukan pengungsian medis udara (PMU) dengan C-130 Hercules dengan membawa korban langsung ke Jakarta.

Seluruh kegiatan tersebut merupakan skenario Latihan Operasi Udara dengan sandi “Angkasa Yudha 2013” yang digelar di Kepulauan Natuna yang disaksikan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro, Anggota DPR RI Komisi I, Pejabat Mabes TNI, serta pejabat TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Dalam latihan tersebut didukung juga oleh pesawat CN-235 dalam penerjunan Tim Bravo, satu C-130 KC (Tanker) untuk pengisian bahan bakar di udara (air refueling) serta helikopter SAR maupun helikopter dukungan VIP.

Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, latihan merupakan pembinaan kemampuan dan kekuatan satuan-satuan TNI AU secara berjenjang mulai tingkat perorangan, tingkat satuan, antarsatuan hingga tingkat latihan puncak Angkasa Yudha, untuk menguji kesiapsiagaan satuan sekaligus menguji doktrin operasi udara dalam menanggulangi kontijensi.

Latihan ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur personel jajaran Koopsau I, Koopsau II, Kohanudnas, Korpaskhas, dan Dinas terkait.

Latihan menerapkan prinsip unity of command. Prinsip ini tercermin sejak tahap Geladi Posko hingga tahap Geladi Lapangan, diterapkan dalam rangkaian Operasi Pertahanan Udara, Operasi Serangan Udara Strategis, Operasi Lawan Udara Ofensif, Operasi Dukungan Udara, dan Operasi Informasi.

“Doktrin harus disesuaikan dengan trend ancaman masa depan dan kemampuan perang kita, sedangkan skenario harus berpedoman dari ancaman masa kini yang paling mungkin terjadi” kata Kasau.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai koreksi untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang pasti ditemui selama latihan berlangsung.

"Hanya dengan cara perbaikan secara terus menerus seperti itulah, kita dapat melakukan perubahan-perubahan agar dapat menyiapkan kekuatan tempur yang lebih kuat, andal, dan benar-benar siap menghadapi ancaman," jelas Kasau.

Sumber: Suara Pembaruan