Bupati Cilacap Ingin Bangun Tol Dayeuhluhur-Nusawungu

Bupati Cilacap Ingin Bangun Tol Dayeuhluhur-Nusawungu
Jalan Tol ( Foto: Jakarta GLOBE / Rezza )
/ JAS Minggu, 5 Januari 2014 | 17:07 WIB

Cilacap - Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyatakan keinginannya untuk membangun jalan tol sepanjang 117 kilometer yang menghubungkan Dayeuhluhur di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga Nusawungu yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen.

"Anggaran untuk pembangunan jalan tol tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 triliun yang akan dibahas dalam tahun anggaran 2014 guna dicari pendanaannya," kata Tatto di Cilacap, Minggu (5/1).

Bupati mengatakan hal itu saat memaparkan Sosialisasi Undang-Undang Desa di Ruang Gradi, Pendopo Wijayakusuma Cakti Kabupaten Cilacap.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPD Irman Gusman, Sekretaris Jenderal DPD Sudarsono Hardjosoekarto, anggota DPD Denty Eka Widi Pratiwi, para Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Cilacap, dan sejumlah camat.

Menurut dia, pembangunan jalan tol ini dilakukan guna membuka akses perekonomian yang akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk menggali potensi sumber daya alam yang cukup melimpah di Cilacap.

Saat ditemui wartawan usai sosialisasi, Bupati mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan survei dan kajian terkait rencana pembangunan jalan tol tersebut.

Menurut dia, pembangunan jalan tol ini ditujukan agar akses jalan di Cilacap tidak buntu, sehingga dapat dengan mudah terhubung dengan kabupaten lain di Jawa Tengah maupun Jawa Barat.

"Saya juga sudah mendapat izin dari Gubernur," katanya.

Dia mengaku akan mematangkan rencana pembangunan jalan tol di Cilacap demi kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung rencana pembangunan jalan tol demi kemajuan Cilacap.

"Kalau ingin Cilacap maju, ayolah bersama-sama membangun Cilacap. Kita mau ganti berapa bupati, doktor atau profesor sekalipun jadi bupati, itu tidak akan bisa, kecuali infrastruktur harus dibenahi dulu dan desa harus dibangun," katanya.

Saat ditanya apakah pembangunan jalan tol tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap rencana Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) Jateng yang tidak kunjung terealisasi, dia mengatakan bahwa rencana pembangunan JLSS itu sudah lama muncul namun sampai sekarang baru satu kilometer yang sudah dibangun.

"Padahal, Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah membebaskan lahan sepanjang 20 kilometer. Jadi, kalau itu (JLSS) susah karena sebagian merupakan tanah TNI Angkatan Darat, sudahlah kita buat sendiri saja yang cepat karena masa jabatan bupati hanya lima tahun, kalau itu sampai 20 tahun, mau bupati ke berapa?" katanya.

JLSS Jateng ini menghubungkan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui pesisir pantai selatan Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua DPD Irman Gusman menyambut baik rencana Bupati Cilacap membuat jalan tol.

"Cilacap harus berubah karena selama ini dianggap sebagai kabupaten yang 'terpinggirkan' atau buntu, tapi buntunya itu bukan karena terisolasi tetapi karena tidak adanya infrastruktur. Kalau itu (pembangunan jalan tol) dilakukan, tidak akan terisolasi lagi," katanya.

Dia mengaku yakin rencana pembangunan jalan tol di Cilacap dapat terealisasi dalam waktu dekat jika dilakukan secara bersama-sama.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa hal yang paling mendasar dalam pembangunan infrastruktur adalah masalah pembebasan tanah.

"Asalkan itu (pembebasan tanah) dapat dibantu oleh masyarakat dan kabupaten, pendanaannya tidak terlalu berat," katanya.