Mastel Apresiasi Cara Indosat Atasi Gangguan Layanan

Mastel Apresiasi Cara Indosat Atasi Gangguan Layanan
Pelayanan Indosat (Ilustrasi) (Foto: Indosat.com)
Dina Manafe Sabtu, 5 April 2014 | 17:53 WIB

Jakarta - Upaya Indosat untuk memulihkan gangguan jaringan beberapa waktu lalu diapresiasi oleh Masyarakat Telekomunikasi (Mastel). Menurut Mastel kerja keras Indosat untuk mengembalikan layanan seperti sedia kala patut diacungi jempol. "Upaya Indosat yang sigap dan telah bekerja keras mengatasi masalah jaringan internet sehingga bisa mengembalikan layanan seperti semula patut diapresiasi. Mastel memberikan acungan jempol kepada Indosat," ujar Eddy Thoyib, Executive Director Mastel dalam siaran pers, di Jakarta, Sabtu (5/4).

Eddy mengungkapkan hal ini terkait gangguan jaringan operator seluler Indosat pada Kamis lalu. Gangguan ini terjadi bersamaan dengan firma internet BGPMon melaporkan Indosat telah "membajak" alamat Internet Protocol (IP) prefix perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, salah satunya Apple. Eddy mengatakan, meskipun cukup lama memperbaiki gangguan tersebut, kerja keras Indosat ini terbilang luar biasa. Menurut Eddy, tidak benar jika gangguan internet ini terjadi karena Indosat sudah membajak 415.652 prefix internet sebagaimana dilansir firma internet BGP Monitoring. "Itu jelas tidak benar dan menyesatkan bagi masyarakat. Kalau pun dijelaskan, tentu sangat teknis sekali. Yang lebih penting, kata Eddy, Indosat telah memperbaiki dan mengembalikan layanan seperti semulan," kata Eddy.

Hal serupa disampaikan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono. Menurut dia, tidak ada pembajakan IP. Dalam kasus Indosat adalah murni kesalahan teknis karena human error. Nonot menjelaskan, sistematika tentang IP dan berlangsungnya kegiatan internet melalui routing dengan banyak jalur. "Kalau salah nomor itu kan mesti salah belok, kalau salah belok kan pasti tabrakan. Itu yang dibilang membajak," kata Nonot. Yang pasti kata Nonot, ketika terjadinya masalah ini, jaringan Indosat sedang tumbang. Ini juga sering dialami oleh operator telekomunikasi lainnya. Menurut dia, jaringan tumbang itu boleh saja. Yang tidak boleh itu jaringan yang sering down karena ini berkaitan dengan komitmen operator yang harus menjaga kinerja jaringan dan koneksi bisa tersambung dengan baik. "Karena itu harus ada ahli untuk menjelaskan kenapa sampai terjadi masalah ini," katanya.

Nonot menilai tudingan BGP Monitoring itu terlalu emosional. Sebab dalam kasus Indosat ini banyak kepentingan asing yang terhambat. Ini wajar karena dalam industri telekomunikasi melibatkan jaringan seluruh internasional yang berpusat di Amerika Serikat. Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah angkat bicara soal masalah jaringan dialami Indosat, khususnya soal kabar pembajakan terhadap lebih dari 400 ribu prefix internet global. Menurut Ketua Bidang Sekuriti Jaringan APJII, Irvan Nasrun, kejadian seperti itu memang bisa melumpuhkan jaringan. Namun, Indosat yang tergabung di dalam APJII tidak melakukan pembajakan seperti yang dituding oleh BGP dalam laporannya. "Kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan human error dan bukan hal yang disengaja, serta tidak ada hubungannya dengan ulah teroris atau pihak asing tapi murni karena human error," kata Irvan. Artinya, kata dia, kemungkinan kesalahan routing bisa saja terjadi, dan itu bisa dialami oleh semua operator telekomunikasi.

Sumber: Suara Pembaruan