Fasilitas

Polisi Malaysia Bekuk Jaringan Abu Umar di Tawau

Polisi Malaysia Bekuk Jaringan Abu Umar di Tawau
Personil anggota dari Den Vravo-90 TNI AU melakukan langkah takstis penanggulangan teroris yang menyekap tawanan di dalam pesawat di terminal 1 bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/10). ( Foto: Antara )
Jumat, 18 November 2011 | 00:25 WIB
Menghidupkan kemiliteran dan perangi kaum Syiah di Indonesia

Mabes Polri bekerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk  mengungkap kelompok teroris jaringan Muhammad Ichwan (41) alias Zulfikar alias Abdullah Omar alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman, yang menyelundupkan senjata ke Indonesia dari Filipina Selatan via Tawau, Malaysia.

"Hasilnya ada dua orang WNI di Tawau Malaysia yang ditangkap pada 14-15 November berdasarkan pengembangan kasus Abdullah Omar (AO) yang membawa senjata api dari Filipina Selatan ke Indonesia," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saut Usman Nasution di Mabes Polri, Kamis ((17/11).

Kedua orang itu yaitu S bin R (33)  yang hanya memilkiki dokumen lintas batas, kode W531661 dan D bin B (28) yang menggunakan paspor S412068.

"Kesalahan kedua WNI yang berasal dari suku Bugis ini adalah membantu dan memfasilitasi jaringan AO baik berangkat dan kembali ke Indonesia melalui, Tawau, Sabah ke Filipina Selatan."

Kedua orang itu  masih ditangani special task force Malaysia bersama dengan 10 tersangka WN Malaysia. Mereka adalah MAB, YS, MAU, M bin H, AP, MN bin D, Z bin S, P bin H, S bin A, dan KB.

"Jadi sekarang ada 12 tersangka yang diproses task force counter terorisme PDRM," imbuh Saud.

Polisi pada akhir pekan lalu berhasil menangkap tujuh orang jaringan AO di Jakarta dan sekitarnya. AO telah dibekuk pada  4 Juli lalu karena kepemilikan senjata api.

Terbongkarnya jaringan AO setelah polisi memergoki penyelundupan senjata yang dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

AO sudah dicari polisi sejak  tahun 99 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap mantan Menhan Matori Abdul Jalil.

Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima orang Brimob.

Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiah.

Hal baru yang juga diungkap polisi adalah AO telah membuat halaqah-halaqah (pengajian) kecil namun sudah menyebar memasuki  wilayah Jakarta dan sekitarnya. Diantaranya di Jakarta Barat, di Tanggerang, dan di Bekasi.

Mereka ingin menghidupkan kemiliteran dan perangi kaum Syiah di Indonesia. Juga menggelar Operasi Ightilat, penculikan cepat dan rahasia. Mereka sudah survey sejumlah Polsek di Jakarta karena polisi dikategorikan toghut.

Barang bukti itu terdiri dari tiga pucuk senpi laras panjang,  dua pucuk senpi pendek, dan 796 butir amunisi.
CLOSE