Ibu Negara: Batik Harus Jadi Kekayaan Bangsa

Ibu Negara: Batik Harus Jadi Kekayaan Bangsa
Batik dan dan Produknya hasil UKM di pameran Plaza Tunjungan Surabaya dari UKM di Jawa Timur ( Foto: BeritaSatu.com/Ezra Natalyn )
Ezra Sihite / MUT Kamis, 2 Oktober 2014 | 12:36 WIB

Jakarta - Hari ini, 2 Oktober 2014, merupakan Hari Batik Nasional. Ditetapkannya Hari Batik tak lepas dari partisipasi aktif bangsa Indonesia yang selalu mempromosikannya di mata dunia yang kemudian oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Ibu Negara, Ani Yudhoyono, mengungkap perhatian masyarakat terhadap batik sudah semakin baik. Kini kian banyak yayasan dan kolektor yang menaruh perhatian besar padapelestarian dan promosi batik.

"Kita pun tahu bahwa lahirnya hari ini karena ditetapkan batik oleh UNESCO. Perjuangan bangsa termasuk partisipasi aktif untuk memasukan warisan deretan dunia, patut kita hargai," kata Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam Peringatan Hari Batik Nasional di ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (2/10).

Hari Batik sendiri ditetapkan pada 2009 lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ani tak lupa berpesan, batik harus terus menjadi kekayaan bangsa bahkan hingga seribu tahun ke depan.

Acara peringatan Hari Batik Nasional tersebut dihadiri Menteri Perindustrian MS Hidayat dan sejumlah pejabat dari kementerian dan instansi serta tamu dan undangan yang berasal dari kalangan pengusaha, pengrajin dan pencinta batik.