Kiki Syahnakri: Ada Masalah Intelijen Dalam Penanganan Papua

Kiki Syahnakri: Ada Masalah Intelijen Dalam Penanganan Papua
Letjen (Purn) Kiki Syahnakri.
Yeremia Sukoyo / YS Jumat, 7 Desember 2018 | 16:23 WIB

Jakarta -  Kasus kekerasan yang terjadi di Papua merupakan rentetan peristiwa yang terus terjadi yang dilakukan Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM).

Peristiwa pembantaian pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, seharusnya dapat diantisipasi jika intelijen berfungsi dengan baik.

"Ada masalah di bidang intelijen dalam penanganan Papua. Kita tahu, pembantaian pekerja di Papua terjadi saat HUT Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka," kata Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Kiki Syahnakri, Jumat (7/12) di Jakarta.

Menurut Kiki, dunia intelijen biasanya digunakan dalam setiap daya dan upaya pemerintah. Baik itu dalam upaya pembangunan maupun dalam upaya memetakan daerah-daerah rawan gesekan.

"Tanpa intelijen yang benar, akan melenceng. Intelijen harus menjadi penjuru di depan. Seharusnya perlu diinventarisasi tokoh-tokoh pergerakan di papua itu siapa saja," ucap Kiki.

Karena itu dirinya pun mengusulkan agar dilakukan evaluasi dalam bidang intelijen. Khususnya intelijen yang menangani langsung segala macam pemetaan potensi konflik di Papua.

Sebelumnya, sebanyak 31 orang pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diserang Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 24 orang pekerja terbunuh.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE