Bertemu Presiden, Agnes Monica Bicara Mimpi Generasi Muda

Bertemu Presiden, Agnes Monica Bicara Mimpi Generasi Muda
Presiden Joko Widodo bersama penyanyi Agnez Monica di Istana Negara, 11 Jan. 2019. ( Foto: Biro Pers Istana )
Carlos KY Paath / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 21:58 WIB

Jakarta - Penyanyi Agnes Monica telah lama berkeinginan untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Harapan itu akhirnya terwujud, setelah Presiden menerima Agnes di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1).

Kepada wartawan seusai pertemuan, Agnes menjelaskan, dirinya membahas mengenai mimpi generasi muda yang perlu disuarakan.

"Supaya jadi insprasi buat orang lain. Optimisme, kerja keras, kalkulasi yang tepat itu penting supaya cita-cita kita bisa tersampaikan. Jadi sebenarnya itu dari dulu memang sudah ingin ngobrol sama Bapak Presiden. Tadi (pertemuan) lancar, santai, dan seru," ungkap Agnes yang didampingi manajernya, serta Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Ia menuturkan, Presiden Jokowi sempat bertanya kepada dirinya. Hal itu terkait, alasan Agnes berkancah di dunia internasional atau go international. Agnes mengaku sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. "Saya jelasin aja. Saya cerita. Saya percaya bangsa yang besar itu bangsa yang belajar, jadi kalau saya ingin jadi orang yang besar saya harus mau belajar," tuturnya.

Kebetulan, masih kata Agnes, di dunia hiburan banyak sekali dari Amerika Serikat (AS). Agnes mengaku ingin mendalami itu agar semakin mahir. Agnes juga membagi pengalamannya dengan Presiden Jokowi.

"Apalagi kan saya sendiri baru aja, baru tahu saya baru dinominasikan di salah satu ajang penghargaan musik di Amerika dan saya satu-satunya warga Indonesia di situ," ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya meminta dukungan dari Presiden. Sebab, walau bagaimanapun, dirinya merupakan duta bangsa Indonesia. "Ada dukungan. Tadi saya vlogging soalnya. Tadi sekalian saya vlogging (dengan Presiden)," imbuh Agnes serya menegaskan pertemuan tersebut sama sekali tidak membicarakan politik.

Sementara itu, Moeldoko mengatakan, Presiden sedang menyiapkan gagasan besar bagi talenta-talenta muda di berbagai bidang. Misalnya seperti seni, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah, lanjut Moeldoko, mempunyai data.

"Jangan sampai anak-anak hebat kita malah keluar. Malah diambil oleh orang luar. Kita undang diskusi dengan para pakar. Sekarang Agnes bisa komunikasi dengan Bapak Presiden. Saya kira nanti bisa jadi motivator, bahkan inspirator bagi para teman-teman lain yang punya potensi,” katanya.

Privasi

Sebagai warga negara, Agnes bakal memberikan hak suaranya saat Pemilu 17 April 2019. "Oh iya dong. Tapi itu kan privasi, enggak boleh dikasih tahu," ungkapnya.

Menanggapi itu, Moeldoko berharap Agnes dapat memberikan pandangan-pandangan politik yang sehat, dan demokratis. "Terus jangan sampai pada saat pemilihan mereka itu tidak nyoblos," timpal Moeldoko.

Agnes kemudian merespons positif pernyataan tersebut. Agnes meminta generasi muda tidak terlalu percaya dengan informasi hoax atau kabar bohong di internet.

Sebab, Agnes mengaku pernah menjadi korban hoax. "Misalnya, ada orang ngomong bilang saya tentang saya begini. Padahal saya enggak ngomong seperti itu. Jadi lebih smart (cerdas) saja, apalagi dengan zaman sekarang, media sosial, di mana informasi itu sangat cepat,” ungkapnya.

"Jadi bukan hanya informasi yang baik. Informasi yang buruk dan juga hoax itu juga cepat berkembangnya. Jadi harus punya seperti filter (penyaring). Harus pandai melihat dan mendengar."



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE