Embusan Awan Panas Merapi Belum Membahayakan Penduduk

Embusan Awan Panas Merapi Belum Membahayakan Penduduk
Gunung Merapi sudah mengeluarkan awan panas sebanyak 3 kali.
Ahmad Salman / AIS Senin, 11 Februari 2019 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gunung Merapi sudah erupsi sejak 11 Agustus 2018 lalu. Magma sudah keluar dari permukaan. Meski erupsi lambat laun meningkat tapi intensitasnya tidak terlalu tinggi.

”Sejauh ini belum membahayakan penduduk,” jelas Kepala Seksi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso kepada Beritasatu.com, Senin (11/2).

Agus mengatakan erupsi Merapi tahun ini berbeda dengan 2010 lalu di mana sangat dahsyat dan membahayakan penduduk. “Bahkan dibandingkan dengan 2006 lalu ini masih terlalu kecil,” kata Agus.

Terpantau Senin pagi, terjadi awan panas yang tak terlalu besar. Agus mengatakan awan panas ini sudah terjadi tiga kali terhitung sejak 29 Januari lalu terjadi tiga kali. Kemudian pada 7 Februari lalu sebanyak satu kali. “Kemudian hari ini satu kali dan kecil,” ucap Agus.

Sejauh ini, tambah Agus, juga tak ada perubahan rekomendasi, di mana masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. “Jika malam hari bisa menyaksikan atraksi alam yaitu lava pijar,” tandas Agus.



CLOSE