Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Taiwan

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Taiwan
Ilustrasi narkoba. ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / JEM Selasa, 12 Februari 2019 | 15:17 WIB

Kuta, Beritasatu.com - Petugas Bea Cukai Ngurah Rai, Bali, berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis ganja melibatkan seorang warga Amerika Serikat (AS) bernama Husein Ashadi Bahri (60). Tersangka mengimpor barang haram tersebut dari Taiwan menggunakan jasa ekspedisi dan hendak diedarkan di Bali. Tersangka yang ditangkap dengan barang bukti narkoba tersebut kini sudah diserahkan ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Denpasar.

"Dari hasil penyidikan tersangka mengakui memesan ganja dari Taiwan dengan menggunakan jasa kurir, dimana narkoba ini diakuinya untuk digunakan sendiri saat berlibur di Bali," ujar Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cuka (DJBC) Bali, NTB, NTT, Untung Basuki, di Kuta, Bali, Selasa (12/2).

Sebelum tersangka ditangkap, pada 31 Januari 2019 dilakukan penyitaan sebuah paket kiriman asal Taiwan dengan nomor paket AWB 6198949923. Paket diamankan di Terminal Kargo Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Saat dilakukan pemeriksaan mesin x-ray, petugas mencurigai paket itu berisi barang terlarang yang disimpan di dalam sebuah keyboard komputer, di mana dengan inisial pengirim AH yang ditujukan kepada RMA.

Saat petugas membuka paket tersebut, menemukan dua bungkusan tisu berwarna putih yang di dalam berisi potongan tanaman berwarna hijau kecokelatan yang ternyata daun ganja. "Saat ditimbang petugas kami, total barang bukti daun ganja itu beratnya mencapai 45,12 gram," kata Untung Basuki.

Melalui upaya control delivery yang dilakukan petugas Bea Cukai bersama dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dan Satuan Tugas  Counter Transnational Organized Crime untuk mencari siapa penerima paket itu, bahwa diketahui yang mengambil berinisial RMA yang langsung ditangkap petugas. "Si RMA ini mengaku diperintahkan temannya A untuk mengambil paket tersebut," kata Untung Basuki.

Kemudian, petugas mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap seseorang berinsial A. Saat diinterogasi petugas, si A mengaku paket tersebut adalah titipan tersangka Husein Ashadi Bahri yang akan datang ke Bali pada 3 Februari 2019.

Kemudian, petugas Bea Cukai, Polresta Denpasar dan Satgas CTOC melakukan pengembangan, hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka Husein Ashadi Bahri.

“Barang bukti dan tersangka diserahterimakan kepada Kepolisian Resor Kota Denpasar untuk ditindaklanjuti. Modus yang digunakan para penyelundup semakin beragam, namun pengawasan tetap kami usahakan semaksimal mungkin," katanya.

Pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran petugas Bea Cukai dan Polresta Denpasar maupun Satgas CTOC yang telah bersinergi dengan baik sehingga berhasil mengagalkan upaya-upaya penyelundupan narkotika ini.

Untung mengharapkan sinergi ini dapat terus ditingkatkan demi melindungi masyarakat dari dampak negatif penyalahgunaan narkotika.

Akibat perbuatannya, tersangka Husein Ashadi Bahri dijerat dengan Pasal 103 huruf C Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan jounto Pasal 113 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar.

Kapolresta Denpasar  Kombes Pol Ruddi Setiawan menambahkan, tersangka Husein Ashadi Bahri mengimpor ganja ini dengan modus menggunaka jasa ekspedisi.

"Saat kami periksa tersangka mengaku mengimpor barang terlarang itu dari Taiwan ke Bali, nantinya akan digunakannya sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan dengan upaya mencegahan masuknya narkoba ke Bali ini, menjadi bukti keseriusan semua pihak untuk mewujudkan Bali bebas narkoba.