Bawaslu Sumut Tangani 92 Kasus Dugaan Kecurangan

Bawaslu Sumut Tangani 92 Kasus Dugaan Kecurangan
Ilustrasi Bawaslu. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / FER Senin, 15 April 2019 | 22:56 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) menerima 92 laporan dugaan kecurangan pemilu. Laporan itu selama tahapan pemilu yang berlangsung di kabupaten maupun kota di Sumut.

"Berdasarkan 92 laporan yang diterima itu, 2 kasus pelanggaran pidana, 14 pelanggaran administrasi, 5 pelanggaran masih dalam proses, 8 pelanggaran kode etik, 13 pelanggaran hukum lainnya, dan 50 bukan pelanggaran," ujar Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rahmawaty Rasahan, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Wabup Padang Lawas Utara Diserahkan ke Panwas

Syafrida mengungkapkan, temuan pelanggaran Pemilu di Sumut yang tertinggi di Pematang Siantar ada sebanyak 7 temuan, Medan 6 temuan, Nias Utara 5 temuan, dan Sumatera Utara 3 temuan.

Sementara itu, untuk laporan dugaan kecurangan di Nias Selatan ada 7 laporan, Deli Serdang 4 laporan, Gunung Sitoli 3 laporan, dan Padang Lawas Utara 3 laporan. Jenis pelanggaran juga bervariasi, mulai dari netralitas kepala daerah, ASN, politik uang, dan sebagainya.

"Untuk kasus dugaan pelanggaran atas ketidaknetralan oleh kepala daerah ada 1 kasus, kampanye di luar jadwal ada 11 kasus, pelaksana peserta dan tim kampanye melanggar larangan kampanye ada 9 kasus," ungkap Syafrida.

Baca Juga: Bawaslu Sebut 16 Provinsi dengan Tingkat Kerawanan Tinggi

Selain itu, laporan alat peraga kampanye ada 14 kasus, netralitas ASN ada 4 kasus, pejabat BUMN ada 3 kasus, politik uang ada 6 kasus, netralitas perangkat desa ada 6 kasus, kode etik penyelenggara ada 14 kasus, pemalsuan dokumen ada 2 kasus, berkas syarat pencalonan ada 19 kasus, serta prosedur penanganan pelanggaran ada 1 kasus.



Sumber: Suara Pembaruan