Bengkulu Antisipasi Ancaman Virus Cacar Monyet

Bengkulu Antisipasi Ancaman Virus Cacar Monyet
Gejala penyakit cacar monyet. ( Foto: istimewa )
Usmin / FMB Kamis, 16 Mei 2019 | 11:18 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu telah melakukan antisipasi masuknya virus cacar monyet ke daerah ini dengan melakukan koordinasi dengan petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di daerah ini.

"Kita selalu melakukan antisipasi terhadap jenis penyakit yang mungkin akan merambah di Provinsi Bengkulu, termasuk virus cacar monyet. Khusus untuk virus cacar monyet kita melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan pelabuhan yang ada di daerah ini," kata Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu. Herwan Antony kepada SP, di Bengkulu, Kamis (15/2).

Ia mengatakan, petugas kesehatan pelabuhan akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang dari luar ke Bengkulu, guna memastikan mereka dalam keadaan sehat dan tidak mengidap penyakit tertentu, termasuk virus cacar monyet.

"Jadi, Dinkes Bengkulu, setiap saat waspada terhadap berbagai jenis penyakit, termasuk virus cacar monyet. Kita begitu mendapat informasi dari pusat tentang virus cacar monyet langsung melakukan antisipasi dengan pihak-pihak terkait, salah satunya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bengkulu," ujarnya.

Meski demikian, Herwan Antony memprediksikan kecil kemungkinan virus cacar monyet masuk ke Indonesia melalui Batam. Sebab, pengawasan orang luar masuk ke Indonesia di Batam sangat ketat.

Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar mewaspadai ancaman virus cacar monyet masuk ke Bengkulu. "Meski kecil kemungkinan cacar monyet masuk ke Bengkulu, tapi kita tetap mewaspadai penyakit tersebut," ujarnya.

Herwan menambahkan, jajaran Dinkes Provinsi Bengkulu, telah bersiaga untuk mengantisipasi ancaman virus cacar monyet masuk daerah ini. Hingga saat ini belum ditemukan warga Bengkulu yang terjangkit virus cacar monyet.

"Dari pantuan kami sampai sekarang belum ada laporan atau informasi warga Bengkulu, terserang virus cacar monyet tersebut, tetapi kita terus memantau penyakit di Bengkulu," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan