Kempupera Kucurkan Anggaran Renovasi Masjid Istiqlal Rp 465 Miliar

Kempupera Kucurkan Anggaran Renovasi Masjid Istiqlal Rp 465 Miliar
Umat muslim melaksanakani shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu 5 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Imam Muzakir / FER Kamis, 16 Mei 2019 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mulai melakukan renovasi masjid Istiqlal dengan nilai anggaran Rp465 miliar. Proyek yang akan di kerjakan oleh Waskita Karya ini, ditargetkan selesai sebelum Lebaran Idul Fitri tahun 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, mengatakan, renovasi Masjid Istiqlal dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan sesudah menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada tanggal 30 Mei 2018 yang bertepatan bulan Ramadan setahun silam.

"Perintah Bapak Presiden Joko Widodo sangat jelas. Renovasi masjid harus menjadi lebih baik dari kondisi saat ini," kata Basuki saat penandatanganan kontrak pekerjaan kegiatan renovasi Masjid Istiqlal Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

"Saya ucapkan selamat bekerja kepada PT Waskita Karya dan PT Virama Karya, supaya bersungguh-sungguh, mengutamakan kualitas pekerjaan, dan menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Ditargetkan sebelum Hari Raya Lebaran tahun 2020 sudah selesai," imbuh Basuki.

Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim, mengatakan sangat bersyukur bahwa renovasi yang bersifat menyeluruh dari Masjid Istiqlal bisa dilakukan setelah 41 tahun sejak pertama kali digunakan tahun 1978. Pembangunan Masjid Istiqlal diawali oleh Presiden Sukarno pada Agustus 1961 dan memerlukan waktu 17 tahun untuk penyelesaiannya dan kemudian diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1978.

"Renovasi Masjid Istiqlal sesungguhnya sudah menjadi kehendak kita bersama sejak lama. Alhamdulillah Presiden Jokowi memiliki komitmen luar biasa sehingga tahun ini bisa kita laksanakan dan mudah-mudahan akan berlangsung tanpa kendala," kata Lukman.

Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis H Sumadilaga, menuturkan, dalam proses renovasi, fungsi masjid sebagai tempat salat tetap berjalan, sehingga ibadah masyarakat di Bulan Ramadan tetap dapat berlangsung.

"Renovasi ini tidak mengubah struktur, bahkan kita berusaha meningkatkan fungsi landmark-nya agar lebih baik. Pada tahap awal pekerjaan banyak dilakukan di basement yang merupakan kawasan perkantoran sehingga tidak mengganggu ibadah salat,” jelas Danis.

Pekerjaan renovasi meliputi tiga zona, yakni pertama zona utama di area kegiatan masjid seperti lantai utama masjid, mihrab, dan interior. Zona kedua adalah zona pendukung seperti gerbang, koridor, ruang wudhu, toilet, basemant, renovasi sistem signage dan perbaikan sistem mekanikal elektrikal serta plumbing bangunan masjid. Zona ketiga yakni zona publik seperti penataan ulang kawasan plaza, pedestrian, dan taman.

Selain itu juga akan dilakukan perluasan parkir masjid yang berada di basement menjadi 2 lantai sehingga mampu menampung kendaraan roda empat sebanyak 2.000 unit dari sebelumnya 800 unit. Pada saat bersamaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga sedang mengerjakan perbaikan sistem penyaluran dan pengolahan limbah di kawasan Masjid Istiqlal.



Sumber: BeritaSatu.com