80% Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan

80% Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. ( Foto: Antara / Mohammad Ayudha )
Fuska Sani Evani / BW Jumat, 12 Juli 2019 | 14:36 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Biwara Yuswantana menyatakan, 80 persen wilayah DIY berstatus awas kekeringan.

Wilayah paling rentan, yakni Kabupetan Gunungkidul, sebanyak 127.977 jiwa mengandalkan bantuan air bersih. Mereka berada di 14 kecamatan.

Jika lebih dari 60 hari hujan sudah tidak turun, maka sudah memasuki masa kekeringan ekstrem.

Wilayah DIY yang sudah berstatus awas kekeringan berada di sisi selatan. Sementara wilayah DIY sisi utara masih berstatus siaga.

Per 3 Juli 2019, pendistribusian air bersih sebanyak 367 tangki atau 1.835.000 liter air bersih kepada warga.

Kabupaten Sleman potensi kekeringan berada di wilayah Prambanan. Kabupaten Bantul, yang berpotensi kekeringan adalah Piyungan, Dlingo, dan Imogiri. "Padi puso seluas 1.992 hektare," kata Biwara.

Untuk mengantisipasi turunnya produksi padi akibat kekeringan dan puso, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sudah mengalokasikan sejumlah pompa yang ditempatkan di dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki menyampaikan, selama musim kemarau, pihaknya telah mengeluarkan anggaran hampir Rp 90 juta, sedangkan total anggaran yang disediakan oleh BPBD untuk menanggulangi kekeringan pada tahun 2019 berkisar Rp 500 juta.

Di Kulonprogo, sebanyak 1.200 keluarga di 12 desa sudah mengandalkan droping air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan, 12 desa yang warganya mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Banjaroya, Banjarharjo, Banjararum, dan Banjarasri (Kecamatan Kalibawang), Kemudian Desa Giripurwo, Purwosari, Jatimulyo, Pendoworejo (Kecamatan Girimulyo). Selanjutnya Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo, Desa Tangjungharjo di Kecamatan Nanggulan dan Desa Sidoharjo dan Purwoharjo di Kecamatan Samigaluh.



Sumber: Suara Pembaruan