Bersaing di Global, Pemerintah Harus Dukung Kopi Lokal

Bersaing di Global, Pemerintah Harus Dukung Kopi Lokal
Kumala Home and Kitchen menggelar ekspedisi kopi di beberapa kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Salah satunya di Bandung, Kamis 9111/7/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 12 Juli 2019 | 15:06 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Kumala Home and Kitchen dengan partnernya Cikopi.com menggelar ekspedisi kopi di beberapa kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Setidaknya, ada enam kota yang akan dikunjungi oleh gelaran bertajuk Celebrating Indonesia's Coffee Landscape: What's Next for Indonesia's Coffee Industry?

Enam kota itu, ialah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang, dan Bali. Rangkaian ini berlangsung hingga 1 Agustus 2019.

Ada beragam aktivitas menarik dalam acara ini termasuk diskusi sekaligus bertemu dengan para pegiat bisnis dan industri kopi, juga para pecinta kopi sejati. Ada banyak pembicara yang hadir dalam acara ini yakni Toni Wahid pendiri Cikopi.com, Adi Taroepratjeka - Coffee Guru Indonesia, Aga Muhammad - Indonesia Barista Champion 2018, Daroe Handojo - Juragan Paberik Kopi Upnormal Roasters, Ucok Silitonga dari Dailyroutine Coffee Bandung.

Acara ini akan dipandu oleh Ronald Prasanto yang acapkali disebut Ron merupakan salah satu molecular gastronomist yang dikenal dari beberapa yang ada di Indonesia. Dia yang juga merupakan coffee expert, dan pendiri Ron's Laboratory.

Menurut Ron, masa depan industri kopi lokal akan makin dikendalikan oleh teknologi. "Lebih dekat ke costumer, practical, afordable," katanya di 5758 Coffee Lab Bandung, Kamis (11/7/2019).

Dia juga optimistis kopi lokal Indonesia mampu bersaing dengan kopi mancanegara apabila disertai dukungan pemerintah yang mampu dan mau membantu petani hingga pelaku industri kopi lokal dari sisi marketing.

Terkait penyajian kopi, bagi Ron, membuat kopi yang menggugah selera tentu saja menjadi hal yang penting. "Namun, di masa kini, lengkapnya adalah adanya sinergitas antara packaging yang simple, gampang diminum, dan tetap mampu mempertahankan kualitas kopi," ujarnya.

Yenny Kusuma Hendra dari Kumala Home & Kitchen (KHK) melihat peluang dalam perkembangan industri F&B dengan produk-produk tableware yang durable. Sehingga pada 2012, KHK membawa merk Duralex ke Indonesia.

"Industri kopi membutuhkan alat alat yang durable dan reliable, termasuk di dalamnya gelas. Itulah yang kami sediakan di Duralex. Dengan menyediakan peralatan (gelas, piring, dll) yang terbuat dari 100% tempered glass dan thermal shock, tentu menjadi pilihan tepat bagi industri kopi (coffee shop). Penggunaan Duralex akan membantu mereka menjalankan bisnis dengan efisien dengan biaya operasional yang efisien," kata Yenny di kesempatan yang sama.

KHK sebagai perusahaan home dan kitchen solution, yang salah satunya pemegang merk Duralex di Indonesia, melihat industri kopi sebagai salah satu strategic stakeholder. "Perkembangan coffee industry yang pesat di Indonesia tentu perlu diikuti dengan dukungan dari sektor home dan kitchen appliences yang proper dan berkesinambungan," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Duralex banyak diserap sebanyak 60 persen untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), sementara sisanya diserap oleh konsumen individual. "Sejak tahun 2012, KHK sudah membawa 1.000.000 piece produk Duralex. Dan jumlah bisnis F&B yang menggunakan produk Duralex adalah kurang lebih 3.000 unit usaha," kata Yenny.

Duralex sangat bersahabat untuk semua kalangan. Banyak orang yang memiliki pengalaman khusus dengan merk tersebut, bahkan mungkin di masa kecilnya. Tidak lupa, ada keistimewaan lain yang tidak dimiliki oleh merk lain.

"Karena dibuat dari tempered glass, jika jatuh tidak mudah pecah dan kalaupun pecah akan berbentuk butiran-butiran kecil, selebihnya ada ciri khas lain, logo Duralex yang berada di bawah dan memiliki efek timbul," jelas Yenny antusias.



Sumber: Suara Pembaruan