Diskusi Berantas Hoax di Bantul, Kominfo: Generasi Milenial Harus Bijak Manfaatkan Internet

Diskusi Berantas Hoax di Bantul, Kominfo: Generasi Milenial Harus Bijak Manfaatkan Internet
Struk transaksi tol bukan untuk mengklaim asuransi kecelakaan maupun sebagai alat penggunaan derek gratis di tol. ( Foto: Istimewa )
Fuska Sani Evani / JEM Rabu, 14 Agustus 2019 | 11:50 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar diskusi publik bertajuk 'Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Generasi Milenial' demi memerangi hoax atau berita tidak benar di kalangan milenial bersamaan dengan momentum HUT ke-74 Republik Indonesia, di Hotel Ros-In Yogyakarta, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Selasa (13/8/2019).

Kasubdit Informasi, Komunikasi, Hukum dan HAM, Direktorat Informasi dan Komunikasi Polhukam Kominfo Henni Prastiwi menjelaskan, diskusi publik tersebut bertujuan mengajak generasi milenial bijak memanfaatkan internet. Pasalnya, saat ini banyak berita hoax yang tersebar melalui lini dunia daring.

Menurutnya, diskusi publik ini bertujuan agar generasi milenial menghindari berita bohong dan berita ke arah fitnah menyambut hari kemerdekaan ke-74 RI.

Selain itu, diskusi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan rasa bela negara di kalangan milenial dengan tidak menyalahgunakan keberadaan internet.

"Generasi milenial kita harapkan ikut bela negara, dan cara sederhana bela negara adalah dengan menjauhi berita bohong, harus bijak menggunakan internet dan membuat postingan positif," kata Hanni.

Melalui edukasi serta pembelajaran menggunakan internet, tambahnya Kominfo juga memberi kursus singkat tentang siber sekuriti dan e-commerce.

Sementara itu, anggota DPR Roy Suryo mengatakan diskusi publik dengan tema-tema perang terhadap hoax, harus terus dilakukan, terlebih, terhadap wacana yang mengancam persatuan bangsa Indonesia.

Menurutnya, dampak dari polaritas dukungan capres pada pemilu lalu masih saja terasa, meskipun para capres sudah saling bertemu.

"Pak Prabowo Subiyanto sudah bertemu dengan presiden terpilih Pak Joko Widodo, tetapi hoax yang berisi ancaman persatuan bangsa, masih saja terjadi,” katanya.

Karena itu, menurut Roy, diskusi untuk mengajak generasi milenial agar bijak berinternet, harus terus dilakukan. 



Sumber: Suara Pembaruan