Jayapura Lumpuh, Wali Kota Benhur Tomi Ungkap Kesedihan

Jayapura Lumpuh, Wali Kota Benhur Tomi Ungkap Kesedihan
Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Indrayadi TH )
Robert Isidorus / CAH Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:31 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Hingga pagi ini aktivitas Kota Jayapura lumpuh total, sekolah baik Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Abepura dan Kota Jayapura diliburkan pasca kerusuhan, Kamis (29/8/2019).

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, merasa sedih dan kecewa aksi massa pendemo yang anarkis di Kota Jayapura. "Demo ini anarkis dan ada yang menunggangi, sungguh saya kecewa," ujarnya.

Aksi demo ini yang berlangsung kemarin massa pendemo berjalan dari Waena hingga Jayapura yang berjarak 7,9 kilometer massa berjalan sambil melempar batu, juga memakai katapel ke sepanjang rumah, ruko, kantor swasta hingga kaca-kaca berguguran. Tak itu saja masa anakis ini juga melakukan pembakaran.

Puluhan kios serta kendaraan milik masyarakat di seputaran Entrop Distrik Jayapura Selatan habis dibakar massa yang menggelar aksi protes penolakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya Semarang dan Malang.

Pantau di lapangan situasi di seputaran Entrop Distrik Jayapura Selatan lumpuh total pasca aksi anarkis ratusan massa.

Sedikitnya ada puluhan rumah, toko, serta kendaraan roda dua dan roda empat hangus terbakar. Belum diketahui pasti berapa besar kerugian yang alami para korban pasca aksi tersebut.

Tidak hanya lumpuh total, warga masyarakat yang tidak terima atas pembakaran, serta pengerusakan oleh massa demo, melakukan aksi blokade jalan utama guna mengantisipasi massa demo yang melintas.

Sementara itu aparat gabungan TNI Polri bersenjata lengkap hingga saat ini masih melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sementara itu, Jumat (30/8) masa aksi memilih menginap dan berada berada di Kantor Gubernur sejak kemarin. 

Kantor KPU

Aksi massa anarkis juga membakar Kantor KPU Provinsi Papua, Kamis (30/8/2019) malam. Selain itu mereka juga membakar lantai satu Kantor Dinas Informasi Komunikasi (Infokom) yang bersebelahan di Dok II.

"Ya, benar kantor kami lantai I dibakar namun bisa dipadamkan, namun lantai I dan II dijarah," ujar Irianto salah satu pegawai Dinas Infokom, Jumat (30/8/2019) pagi.

Sementara itu sebanyak 10 truk TNI/Polri dikerahkan untuk membantu mengevakuasi 1000 orang massa aksi demo yang semalam menduduki kantor Gubernur Papua. Ini dikatakan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, Jumat (30/8) pagi.

Pengerahan truk TNI/Polri yang dimulai sejak pukul 09.15 WIT adalah dalam upaya mengantisipasi bentrok antara massa aksi demo yang merasa ketakutan untuk kembali ke tempat masing-masing dengan aksi masyarakat yang mengatasnamakan kelompok masyarakat yang menolak aksi demo.

"Upaya selanjutnya Kodam XVII/Cenderawasih adalah yang pertama, mengimbau terhadap masyarakat untuk menghentikan aksi sweeping terhadap pelaku aksi demo. Kedua, meningkatkan pengamananan terhadap objek-objek vital dan memback-up Polda Papua dalam rangka pengamanan aksi-aksi demo di lapangan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan