Bunga Langka Rafflesia Kembali Merekah di Kebun Raya Bogor

Bunga Langka Rafflesia Kembali Merekah di Kebun Raya Bogor
Bunga langka Rafflesia Patma kembali mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / YUD Selasa, 17 September 2019 | 09:55 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Bunga langka Rafflesia Patma kembali mekar di Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bunga tersebut mekar untuk ke-14 kali sejak pertama mekar tahun 2010.

Peneliti Rafflesia Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Sofi Mursidawati mengungkapkan bahwa Rafflesia Patma merupakan tumbuhan endemik asal Pangandaran yang bersifat parasit atau berkembangbiak dalam tubuh inangnya sejenis anggur hutan atau menempel Tetrastigma.

Bunga ini mekar hanya dalam hitungan hari, biasanya 2-3 hari saja kemudian akan layu dan mati. Artinya hanya dalam rentang waktu itu kesempatan membantu penyerbukan bisa dilakukan. Itupun bila bunga jantan dan betina ada dan mekar bersamaan.

"Proses penyerbukan yang diawali bau busuk itu akan terjadi bila ada serangga yang membantunya mengangkut serbuk sari dari hunga jantan ke bunga betina. Bau inilah yang mengundang kehadiran lalat sebagai hewan penyerbuk agar terjadi proses pembuahan. Hanya lalat jenis tertentu saja yang dapat melakukan penyerbukan bunga patma," beber Sofi, Senin (16/9/2019).

Dari total 12 knop atau bakal calon yang ada, 3 knop diantaranya diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan. "Harapannya bunga itu bisa mekar bersamaan dan memunculkan bunga jantan dan betina sekaligus, supaya bisa dibantu proses penyerbukannya," tuturnya.

Hingga kini Kebun Raya Bogor masih menjadi kebun raya pertama di dunia yang memiliki koleksi ex-situ Rafflesia patma dan telah 13 kali mekar sejak 2010.

"Sebelumnya Rafflesia pernah berhasil tumbuh di Kebun Raya Bogor sejak 1800-an. Salah satu keberhasilan yang dicatat ialah Rafflesia patma koleksi H. Loudon yang berbunga pada 1852," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian mengungkapkan hingga saat ini, upaya maksimal yang dapat dilakukan Kebun Raya Bogor adalah dengan memperbesar populasinya melalui percobaan demi percobaan grafting untuk memperbesar jumlah kesempatan berbunga.

Ancaman terhadap kepunahan spesies akibat aktivitas manusia sangat nyata. Karena rafflesia bukan komoditas komersial sementara pengetahuan tentang kehidupan spesies ini masih sangat terbatas.

"Secara biologis rafflesia patma berevolusi dengan habitat aslinya yang mengakomodasi kehidupannya lewat berbagai faktor alam yang sangat rumit dan spesifik. Sehingga kerusakan habitat akan memusnahkan keberadaannya secara permanen," ucap Hendrian.

Berangkat dari kekhawatiran akan menyusutnya habitat dan kepunahannya, maka terbangun gagasan untuk memunculkan gerakan konservasi yang nyata. Di tingkat diseminasi upaya menggalang keterlibatan berbagai pihak dalam konservasi rafflesia telah dilakukan berbagai kegiatan di tingkat nasional maupun internasional.

"Salah satunya Forum Rafflesia dan Amorphophalus Indonesia (FORAMOR-Indonesia). FORAMOR-Indonesia merupakan forum tumbuhan pertama di Indonesia yang mewadahi peran multi-stakeholder dalam upaya konservasi rafflesia," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com