Jokowi Tidak Lakukan Persiapan Khusus di Hari Pelantikan

Jokowi Tidak Lakukan Persiapan Khusus di Hari Pelantikan
Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana beserta anak-anak menjawab pertanyaan wartawan saat keluar dari pintu samping Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FER Minggu, 20 Oktober 2019 | 15:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Joko Widodo (Jokowi) tidak melakukan persiapan khusus sebelum pelantikannya dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Sebab, dirinya pernah melalui acara pelantikan pada 20 Oktober 2014.

"Lima tahun yang lalu kan saya sudah mengalami. Jadi sekarang ini ya biasa saja. Pagi ya tadi rutin biasa. Kemudian menerima tamu. Kemudian masih sempat momong cucu," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Terkait permintaan agar pelantikan digelar sederhana, Jokowi mempunyai alasan tersendiri.

"Ya karena ini sudah yang kedua. (hal) yang paling penting saya kira setelah pelantikan, paling penting kita kerja bersama. Kerja bersama-sama membawa negara ini pada sebuah Indonesia maju," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menerima ucapan selamat yang kembali memimpin Indonesia pada periode kedua. Pemberian selamat dilakukan secara langsung oleh lima tamu negara dalam kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Kelima tamu negara tersebut yaitu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini Mswati III.

"Presiden menerima Sultan Brunei, PM Australia, PM Singapura, PM Kamboja, Raja Eswatini. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Presiden Jokowi untuk masa jabatan berikutnya dan yakin membawa Indonesia lebih baik," kata Menteri Luar Negeri LP Retno Marsudi seusai acara.

Menurut Retno, Jokowi berterima kasih atas kehadiran para kepala negara dan pemerintahan negara-negara sahabat tersebut. "Bapak Presiden menyampaikan terima kasih kepada tamu yang datang jauh untuk hadir. Bapak Presiden sampaikan komitmen sama bahwa Indonesia akan memperkuat hubungan bilateral," ujar Retno.

Dalam pertemuan sejumlah hal turus dibahas secara singkat. Sultan Bolkiah mengapresiasi kontribusi WNI di Brunei dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi. Bersama PM Lee, Jokowi membicarakan tindak lanjut kerja sama seperti ekonomi digital. Sementara dengan PM Hun Sen,

Jokowi berjanji memperkokoh hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia juga menawarkan produk industri strategis seperti keluaran PT INKA. Dengan Raja Mswati III, Jokowi juga membahas mengenai ekonomi.



Sumber: Suara Pembaruan