Jatim Bangun Museum HAM di Kota Batu

Jatim Bangun Museum HAM di Kota Batu
Khofifah Indar Parawansa. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Aries Sudiono / LES Senin, 9 Desember 2019 | 12:41 WIB

Batu, Beritasatu.com - Museum Hak Azasi Manusia (HAM) Omah Munir menjadi museum bertema HAM pertama di Indonesia yang dibangun Pemprov Jawa Timur (Jatim) di Kota Batu. Pembangunan gedung museum yang terletak di Jalan Sultan Hasan, Halim, Kecamatan Batu ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Minggu (8/12/2019).

“Ada harapan ketika bicara HAM, ada proses pembelajaran edukasi yang bisa disampaikan secara masif melalui penguatan memanggil memori warga bangsa,” ujar Khofifah dalam menyampaikan sambutannya.

Dengan dibangunnya museum HAM itu, Kota Batu menambah satu lagi destinasi wisata buatan yang bersifat edukasi. Sekaligus untuk mewadahi segala hal tentang sepak terjang dan aktivitas ditegakkannya HAM dan informasi lainnya, serta menjadi wahana bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran untuk berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI.

“Keberadaan museum ini nantinya juga untuk membumikan prinsip-prinsip HAM dalam kebidupan bermasyarakat dan beragama,” jelas Khofifah.

Museum HAM Omah Munir tersebut dibangun Pemprov Jatim bersama Pemkot Batu dengan menggunakan tanah milik Pemkot Batu di Jalan Sultan Hasan Halim. Luas tanah yang digunakan 2.200 meter persegi. Luas bangunannya diperkirakan antara 1.500-1.750 meter persegi. Museum Omah Munir yang diperkirakan akan menghabiskan Rp 5 miliar itu sesuai dengan desain pemenang sayembara yang telah dilombakan sebelumnya, yang terdiri dari dua lantai. Proses pembangunannya diperkirakan akan memakan waktu selama satu tahun.

Khofifah menjelaskan, sesuai dengan rencana, museum HAM ini akan menjadi ruang pengenalan pejuang HAM. Bukan hanya Munir, tapi juga Marsinah, Baharudin Lopa, Gus Dur, dan sejumlah tokoh lainnya. “Ini akan menjadi museum HAM pertama di Indonesia dan mungkin di Asia Tenggara,” ujar Khofifah.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menambahkan, hadirnya Museum HAM Omah Munir ini menandai tekad pejuang HAM untuk memberikan keadilan. “Peletakan batu pertama itu menandai tekad bangsa dan seluruh pejuang HAM terus mengupayakan penegakan HAM, terutama memberikan keadilan kepada korban dan keluarga,” ujarnya.

Punjul Santoso menjelaskan, Kota Batu tahun 2018 mampu mendatangkan 6,5 juta wisatawan. Hadirnya museum itu akan menambah destinasi wisata edukasi di Kota Batu. Diharapkan keberadaan Museum HAM Omah Munir itu nantinya bisa menambah jumlah wisatawan lokal dan mancanegara.



Sumber: Suara Pembaruan