Jatidiri Dikembangkan sebagai Ecosport Tourism

Jatidiri Dikembangkan sebagai Ecosport Tourism
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melihat perkembangan pengerjaan lintasan atletik Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (13/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu)
Stefy Tenu / FER Sabtu, 14 Desember 2019 | 16:09 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, ingin menjadikan kompleks Jatidiri menjadi kawasan ecosport tourism.

Jateng Pengelola Sistem Pengaduan Publik Terbaik

Stadion berkapasitas 45.000 single seat itu, terdiri dari tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Untuk eksterior dan interiornya didesain merepresentasikan budaya Jawa.

Diimpikan menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia setelah GBK dan Jakabaring, stadion itu menggunakan rumput Italia dan ditunjang lampu yang persis dipakai GBK (Gelora Bung Karno). Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, Ganjar berharap Jatidiri dapat dikelola secara profesional.

"Nanti pengelolaannya kita harapkan bukan dari Pemda tapi kita carikan profesional untuk mengelola. Sehingga mereka yang mengelola punya pengalaman untuk bisnis properti. Sehingga dia bisa menjual dan melakukan perawatan," kata Ganjar saat mengecek pengerjaan lintasan atletik di Stadion Jatidiri, Jumat (13/12/2019).

Ganjar Minta Perda Larangan Makan Daging Anjing Diterbitkan

Dengan sistem pengelolaan seperti itu, Ganjar berharap, Jatidiri tidak terus-menerus bergantung pada pembiayaan dari negara. "Sehingga tidak semuanya dibiayai oleh negara. Publik juga bisa menyewa. Jangan-jangan dengan seperti itu bisa untung lebih banyak," kata Ganjar.

Saat ini, pembangunan Stadion Jatidiri telah merampungkan tahap keempat yang meliputi atap stadion, aluminium composite panel (ACP), track atau lintasan atletik standar Intenational Association of Athletics Federations (IAAF) dan mecanical electric. Stadion yang menyerap anggaran sebesar Rp 1,1 triliun ini, diharapkan bakal rampung akhir 2020.

"Kita melihat perkembangan pembangunan GOR Jatidiri yang publik banyak menunggu. Dengan segala banyak ceritanya. Perkembangannya sangat menarik, sangat bagus. Untuk joging track seperti ini, katanya di Indonesia ada tiga, di GBK, Jatidiri dan Papua. Ternyata membuatnya tidak gampang," kata Ganjar.

Mengingat besarnya biaya pembangunan stadion, Ganjar berharap kontraktor tidak main-main dan meminta masyarakat untuk turut mengawal agar tidak ada penyelewengan.

"Saya pesan kepada kontraktor, tolong bangun dengan kualitas paling bagus. Saya minta masyarakat ikut mengawal, integritasnya dijaga. Jangan sampai ada yang menggangu pembangunan Jatidiri ini," tandas Ganjar.

Ganjar menambahkan, komplek Jatidiri kedepannya bukan hanya sebagai fasilitas olahraga namun juga disiapkan sebagai salah satu destinasi wisata.

"Stadion ini adalah yang kita desain menuju ecosport tourism. Semua yang ada di area Jatidiri akan mendapatkan kenyamanan dan bisa piknik. Kita akan kembangkan terus," tegas Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan