Korlantas Prediksi Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru Terjadi Akhir Pekan Ini

Korlantas Prediksi Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru Terjadi Akhir Pekan Ini
Pemberlakuan sistem lalu lintas satu arah dari Jakarta ke Semarang di Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin 3 Juni 2019, untuk memperlancar arus kendaraan pemudik. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 19 Desember 2019 | 13:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2020 akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 Desember 2019. Polri telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan.

"Saya sampaikan Natal dan tahun baru ini puncaknya adalah tanggal 21-22 Desember. Operasi Lilin memang dimulai tanggal 23, tapi polisi dan jajaran bersiap semua tanggal 21-22 (Desember)," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/12/2019).

Dikatakan Istiono, Polri telah menyiapkan rekasaya arus lalu lintas berupa contra flow apabila terjadi kemacetan kendaraan, khususnya di jalan tol.

"Kemungkinan akan kita contra flow, bila terjadi kepadatan perlu kita lakukan. Itu langkah-langkah, salah satu cara kita bertindak, itu sudah kita siapkan," ungkapnya.

Menyoal apakah akan ada kebijakan menggratiskan biaya masuk jalan tol, Istiono menyampaikan, kemungkinan hal itu tidak terjadi karena sudah ada tol elevated dan Polri sudah menyiapkan langkah-langkah rekayasa.

"Untuk tahun ini sepertinya tidak kita lakukan karena sudah ada elevated, sudah ada langkah contra flow yang sudah kita rancang dari awal. Cukup itu (mengurai lalu lintas)," katanya.

Istiono menyampaikan, bagi masyarakat yang hendak mudik ke Jawa atau Bandung dan melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (elevated), diharapkan memperhatikan kecepatan.

"Masyarakat yang mau mudik ke Jawa maupun ke Bandung yang melalui tol elevated KM 10 sampai 48 dari Jakarta, tentu harus memperhatikan kecepatan. Karena jalannya juga masih belum sempurna, masih bergelombang. Rekomendasi kecepatan yang kita sampaikan di sini adalah 80 km/jam," katanya.

Menurut Istiono, titik-titik kemacetan di jalan tol, kemungkinan akan terjadi di rest area. "Tentunya dimulai dari bottle neck di KM 48 nanti. Namun di situ ada pos pengaturan untuk dilakukan langkah-langkah rekayasa," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com