Keraton Sejagat Kutip Bayaran dari Pengikut

Keraton Sejagat Kutip Bayaran dari Pengikut
Gapura pintu masuk kompleks Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Foto dibuat Selasa, 14 Januari 2020. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / AB Rabu, 15 Januari 2020 | 17:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Raja dan pemaisuri Keraton Agung Sejagat yang berlokasi di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, ternyata mengutip bayaran dari pengikutnya.

“Ini juga pidana penipuan dengan modus membayar dan ada biaya untuk seragam dan kartu anggota dengan imbal simbol-simbol kerajaan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kepolisian masih mendalami penyebab korban teperdaya. Para korban ternyata juga tak hanya berasal dari Purworejo. 

"Pelaku memang mendirikan bangunan yang mirip kerajaan," katanya.

Polisi telah menangkap R Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) yang mengaku sebagai raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat. Mereka dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal 14 ayat (1) berbunyi,"Barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun."

Selain, polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 378 KUHP yang berbunyi,"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

Dalam kasus ini, polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti dan memeriksa 10 saksi yang merupakan warga Desa Pogung, Purworejo. Warga merasa resah dengan kegiatan pelaku.

 



Sumber: BeritaSatu.com