ODSP Jadi Langkah SKK Migas Selanjutnya untuk Satu Juta BOPD

ODSP Jadi Langkah SKK Migas Selanjutnya untuk Satu Juta BOPD
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto meluncurkan One Door Service Policy di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu 15 Januari 2019. (Foto: Beritasatu.com / Jayanty Nada Shofa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 15 Januari 2020 | 19:09 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Targetkan produksi minyak satu juta barel per hari (BOPD) di tahun 2030, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kini luncurkan layanan One Door Service Policy (ODSP).

Adapun pelayanan ini mempercepat proses perizinan hulu migas bagi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Tak hanya itu, SKK Migas akan membantu KKKS terkait pemenuhan dokumen persyaratannya serta pendampingan di instansi terkait.

"Layanan ini dibentuk untuk membantu KKS dalam rangka mendapatkan perizinan yang dibutuhkan baik yang teknis maupun non-teknis. Hingga saat ini, pengembangan kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi memerlukan lebih dari satu izin dari berbagai instansi. Dengan dukungan aktif SKK Migas, maka kita yakin tidak ada lagi kendala perizinan di hulu migas serta dapat diselesaikan lebih cepat," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Dwi Soetjipto menambahkan, ODSP ini dapat mempermudah ditemukannya Giant Discovery atau penemuan cadangan minyak dengan kuantitas besar yang sudah menjadi prioritas bagi SKK Migas.

"ODSP dapat mempercepat selesainya proyek. Apabila selesai sesuai waktu yang telah ditentukan, kita bisa menjaga biaya proyek tetap sesuai dengan yang telah disetujui. Karena setiap keterlambatan proyek hulu migas dapat menimbulkan eskalasi biaya," tuturnya.

Dengan adanya ODSP, proses perizinan bagi KKKS yang sebelumnya dapat berlangsung selama dua minggu kini dapat terselesaikan dalam tiga hari.

Terbagi menjadi empat cluster, perizinan ODSP ini meliputi lahan dan tata ruang, serta lingkungan, keselamatan dan keamanan. Dua perizinan lainnya mencakup sumber daya dan infrastruktur, serta penggunaan material dan sumber daya dari luar negeri.

Serentak dengan dioperasikannya sistem digital Integrated Operation Center (IOC), ODSP diharapkan dapat membuat Indonesia menjadi semakin menarik pada iklim investasi sektor hulu migas.



Sumber: BeritaSatu.com