PP Muhammadiyah: Vape Haram

PP Muhammadiyah: Vape Haram
Rokok elektronik (vape). ( Foto: Antara / M Agung Rajasa )
Fuska Sani Evani / FER Jumat, 24 Januari 2020 | 17:46 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. Dalam surat keputusan Nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (Rokok elektrik), dinyatakan bahwa rokok elektrik hukumnya adalah haram.

Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, menjelaskan, hal ini dilakukan guna meneguhkan kembali posisi Muhammadiyah terhadap rokok. Dimana perkembangan perokok semakin masif, salah satunya dengan penggunaan rokok elektronik atau yang sering disebut dengan vape.

"Rokok elektrik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, karena kategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan. Lalu rokok elektrik membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi," ujar Wawan, di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (24/1/2020)

Sebagaimana rokok konvensional, rokok elektrik juga mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan. Tetapi dampak buruknya dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang. Kemudian, Wawan memaparkan, penggunaan e-cigarette tidak lebih aman dibandingkan dengan penggunaan rokok berbahan tembakau.

Vape Tak Kalah Berbahaya dengan Rokok

"Sesuai dengan fakta ilmiah yang tidak ada satu pihak medis menyatakan aman dari bahaya. Selain itu, juga diketemukan zat karsinogen pada produk tersebut," jelas Wawan.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau. Termasuk penjualan secara daring, distribusi, iklan, promosi dan sponsorship.

Lalu, kepada seluruh unsur Muhammadiyah (organisasi otonom, lembaga, majelis dan amal usaha) hendaknya turut berperan aktif dalam mengkampanyekan bebas e-cigarette.

Benarkah Vape Lebih Aman dari Rokok?

Fatwa haram vape ini mencakup semua kriteria rokok elektrik, baik yang dalam bentuk Electronic Nicotine Delivery System (ENDS), Electronic Non Nicotine Delivery System (ENNDS) dan Heated Tobacco Products (HPT).

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Gunawan Budiyanto menyampaikan, UMY telah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai wilayah yang nyaman dan terbebas dari asap rokok.

"Budaya berpikir, bukan budaya melarang. Jadi edukasi mengenai rokok kepada masyarakat itu sangat perlu dilakukan secara masif dan memberikan pemahaman dengan baik melalui program Kampus Senyaman Teman," tegas Gunawan.



Sumber: Suara Pembaruan