Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Kurang Terintegrasi

Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Kurang Terintegrasi
Ilustrasi Pembangunan Infrastruktur ( Foto: JG Photo )
Siprianus Edi Hardum Jumat, 22 Februari 2013 | 08:28 WIB

Jakarta - Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan adalah dengan mengedepankan pendekatan pengembangan wilayah sebagai upaya mewujudkan tujuan akhir dalam setiap tahapan dan proses perencanaan dan pembangunan infrastruktur.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Agoes Widjanarko, dalam siaran persnya, Jumat (22/2), mengatakan, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini masih banyak yang bersifat sektoral dan kurang terintegrasi baik antarsektor, antarwilayah, maupun antar-stake holders pusat dan daerah.

Dalam mengisi tahap ketiga (III) RPJMN 2015-2019, Agoes mengatakan, ada beberapa hal yang harus dirumuskan, antara lain, apa yang hendak dicapai oleh Kementerian PU pada akhir 2019, seperti apa kondisi berlaku saat ini, dinamika lingkungan strategis seperti apa yang akan terjadi, model atau strategi pembangunan seperti apa yang akan dijalankan dan apa saja driver dan pengungkit untuk penyelenggaraan pembangunan masa depan.

Ia menegaskan, Kementerian PU tidak dapat sendirian untuk mencapai hal tersebut dan dirasakan bahwa koordinasi dengan sektor dan stakeholders lainnya masih perlu diperkuat.

Untuk itulah, kata Agoes, Kementerian PU membutuhkan berbagai pandangan, masukan, saran dan penilaian dari berbagai pihak khususnya yang terkait dengan berbagai sistem penyelenggaraan pembangunan sehingga proses perencanaan pembangunan bidang PU dan Penataan Ruang di masa depan dapat berjalan dengan lebih baik.

Sumber: Suara Pembaruan