Kemnakertrans Serahkan Santunan Kematian kepada 24 TKI

Kemnakertrans Serahkan Santunan Kematian kepada 24 TKI
Ilustrasi pemulangan Jenazah TKI yang tewas di Malaysia ( Foto: JG Photo )
Siprianus Edi Hardum Sabtu, 2 Maret 2013 | 16:06 WIB

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) menyerahkan santunan kematian untuk 24 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp 1.445.000.000.  

Santunan diserahkan oleh Dirjen Pembinaan dan Penempatan TKI, Kemnakertrans, Reyna Usman, kepada masing-masing keluarga TKI itu di Gedung Kemnakertrans, Jumat (1/3).

Para TKI yang meninggal dunia akibat sakit saat bekerja di luar negeri ini berasal dari Jawa Barat sebanyak 11 orang, Banten tiga orang, DI Yogyakarta satu orang, Nusa Tenggara Barat (NTB) lima orang dan Jawa Timur.

“Kepada pihak keluarga sebagai ahli waris yang menerima santunan kematian ini, kami atas nama pemerintah menyampaikan turut berduka cita  atas meninggalnya para TKI yang sedang bekerja di luar negeri,” kata Reyna.

Para TKI yang meninggal dunia bekerja di luar negeri pada 2011-2012. Di antaranya mereka bekerja Uni Emirates Arab, Arab Saudi, Bahrain, Taiwan, Qatar, Malaysia dan Hongkong.

Reyna mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya secara terus menerus dan sistematis untuk  meningkatkan perlindungan calon tenaga kerja Indonesia (CTKI/TKI) dan keluarganya.

Salah satunya melalui Asuransi TKI merupakan salah satu program perlindungan yang memberikan manfaat langsung terhadap perlindungan CTKI/TKI.  “Program asuransi TKI yang selama ini berjalan terus kita tingkatkan pelaksanaannya agar memberikan manfaat yang optimal terhadap perlindungan CTKI/TKI,” katanya.

Permudah Prosedur Klaim
Pada kesempatan itu, Reyna meminta konsorsium asuransi TKI agar sisa kasus-kasus lain antara lain PHK, kecelakaan kerja dan sebagainya secepatnya diinventarisir dan segera diselesaikan.

Saat ini telah dilakukan verifikasi untuk penyelesaian permasalahan kasus yang terkait dengan pembayaran klaim asuransi TKI yang di antaranya 24 TKI yang mengajukan klaim risiko TKI meninggal dunia, 11 klaim risiko yang sakit, 1 klaim risiko TKI yang mendapat tindakan kekerasan fisik dan pemerkosaan, 42 klaim risiko TKI yang di PHK sepihak, 29 klaim risiko pemulangan TKI yang bermasalah.

“Untuk ke depan kita mengharapkan kepada konsorsium asuransi TKI dan pelayanan khusus kepada kantor-kantor cabang yang ada di daerah akan lebih ditingkatkan kinerjanya. Ini juga merupakan bahan evaluasi terhadap keberlangsungan program asuransi TKI, kita juga mengharapkan agar kemudahan dalam pelayanan konsorsium TKI ini agar lebih meningkat,” kata Reyna.

Ia menambahkan, setelah dilakukan evaluasi klaim mereka yang sudah selesai memang yang sudah sesuai dengan prosedur. Untuk yang bermasalah karena ada beberapa administrasi yang masih belum dipenuhi, tapi secara keseluruhan administrasinya belum terpenuhi  misalnya keterangan dari RS disana, KPA dan sebagainya. Oleh karena itu, konsorsium diminta untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini dengan mempermudah prosesnya.

Sumber: Suara Pembaruan