Samator Memulai Proliga dengan Kemenangan 3-0

Samator Memulai Proliga dengan Kemenangan 3-0
Pemain Surabaya Bhayangkara Samator Rendy Tamamilang melakukan smes dalam pertandingan ProLiga melawan Bank Sumsel Babel di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 7 Des. 2018. ( Foto: PBVSI / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Jumat, 7 Desember 2018 | 23:29 WIB

Yogyakarta - Tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator berhasil mengalahkan Palembang Bank SumselBabel dalam laga perdana Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (7/12). Samator menang 3-0 (25-22, 25-16, 25-17) atas Bank Sumsel.

Surabaya Bhayangkara Samator memulai pertandingan dengan cukup alot, serangan terus dilayangkan oleh pemain Rendy Tamamilang, sementara dari Bank Sumsel banyak terjadi kesalahan sendiri, dari serve yang tidak sampai hingga pertahanan yang tidak rapat. Karena kesalahan-kesalahan itu membuat Surabaya Bhayangkara Samator mengambil kesempatan untuk menambah poin hingga set pertama berhasil dimenangkan 25-22.

Memasuki set kedua dan ketiga Bank Sumsel tak mampu mengembangkan permainan hingga harus tunduk dengan skor tertinggal jauh 16-25, 17-25. Sehingga dengan ini juara bertahan mampu melibas lawan, bahkan terlihat juga pemain asal Kuba dari tim Sumsel, Alfredo Zequeira Cairo terlihat emosi karena beberapa kali smes yang dilakukan gagal mematikan lawan.

Kemenangan Samator sendiri dinilai cukup memuaskan bagi Pelatih Surabaya Bhayangkara Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono. Dia mengatakan bahwa anak asuhnya mampu mengembangkan permainan dari serangan balik yang dilakukan oleh lawan.

“Untuk perdana ya harus menang, karena untuk menciptakan poin di putaran pertama ini. Maksimal kita cari poin yang banyak, pertama untuk hari ini servis dari tim kami 70 persen berhasil, biarpun lawan bisa mengambil,“ ujar Ibarsjah di GOR Amongrogo, Yogyakarta usai laga.

Receive kita sedikit gagal karena servis sana kurang menyerang, akhirnya kita berkembang di bola pertama. Evaluasi istirahat saja untuk anak-anak, dan target kita bisa mengamankan dulu di final four,” tambahnya.

Sementara untuk Pelatih Palembang Bank SumselBabel, Pascal Wilmar mengaku bahwa memang anak asuhnya bermain di bawah tekanan, sehingga tidak mampu mengembangkan permainan sama sekali. Mengenai harapan untuk bisa mengulang laga final musim lalu pun ada dalam benaknya, namun hal itu bisa dilakukan ketika sudah melihat hasil dari evaluasi terlebih dahulu.

“Mainnya saya lihat di bawah form. Karena mental ya saya rasa. Karena biasanya latihan bagus, tapi kalau masalah mental kita tidak bisa ngomong ya, karena itu masalah diri sendiri,” kata Pascal.

“Nanti kan pasti pulang ada statistik, kita evaluasi apa yang kurang, kita benahi untuk lawan BNI. Masalah receive yang masih kurang. Kalau bisa masuk empat besar dulu, nanti ada libur dua minggu kita benahi, dan saya berharap bisa begitu ya tapi tetap kita evaluasi juga,” tuntasnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE