Meski Dikalahkan Pertamina, Garuda Hebohkan Proliga

Meski Dikalahkan Pertamina, Garuda Hebohkan Proliga
Para pemain tim bola voli Jakarta Garuda dalam laga penyisihan Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 8 Des. 2018. ( Foto: PBVSI / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / Heru Andriyanto / HA Minggu, 9 Desember 2018 | 02:35 WIB

Yogyakarta - Kompetisi bola voli paling prestisius di Indonesia, Proliga, dihebohkan oleh tim debutan yang sebagian besar berisi wajah-wajah belia dan tanpa pemain asing, tetapi sanggup menunjukkan permainan menyerang dan agresif melawan tm yang sudah beberapa kali menjadi juara.

Jakarta Garuda, yang sebagian besar pemainnya berusia 18 tahun atau kurang, bahkan nyaris mempermalukan tim papan atas Jakarta Pertamina Energi pada hari kedua penyisihan Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/12).

Jakarta Pertamina Energi harus bersusah payah selama lima set untuk akhirnya menang tipis 3-2 (25-20, 23-25, 20-25, 25-12, 16-14).

"Tim pelajar" itu benar-benar merepotkan Pertamina yang dihuni sejumlah pemain senior, sebagian pemain tim nasional, dan pemain impor yang tangguh Alexander Minic asal Montenegro.

Di set pertama, Jakarta Pertamina Energi yang bertindak sebagai tuan rumah langsung menyerang pertahanan lawan, walaupun Jakarta Garuda terus mengejar ketertinggalan. Sejumlah kesalahan mendasar dan "demam panggung" di laga perdana mereka ini membuat Garuda Indonesia harus menyerah dengan skor 20-25.

Namun, beberapa kali serangan bola cepat oleh penyerang tengah Cep Indra Agustin yang kerap membuahkan poin sebetulnya sudah menunjukkan bahwa para remaja itu memang layak berada di pentas nasional.

Pertandingan penyisihan Proliga 2019 antara Jakarta Pertamina Energi (kanan) melawan Jakarta Garuda di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 8 Des. 2018. (Bernadus W)

Set kedua adalah cerita yang berbeda sama sekali. Setelah mampu mengimbangi di set pembuka, tampaknya pada remaja itu mulai menemukan kepercayaan diri, bermain lebih lepas, dan berusaha menerapkan semua strategi dan taktik serangan dalam latihan.

Akhirnya mereka menemukan senjata maut yang bisa menjinakkan para blocker Pertamina, yaitu back row attack atau smes dari belakang garis serang. Amin Kurnia dan Fajri Septian berkali-kali mendulang angka dengan taktik ini, sementara para pemain depan Pertamina tidak juga menemukan penangkal smes jarak jauh tersebut.

Taktik ini, dikombinasikan dengan serangan bola cepat oleh middle attacker/middle blocker yang juga sulit diantisipasi oleh Pertamina, membuat Jakarta Garuda terus unggul.

Mereka juga tidak bisa menyembunyikan antusiasme khas remaja, dengan berjoget dan berteriak lepas setiap kali mendapat poin. Mendadak, GOR Amongrogo yang merupakan kandang Jakarta Pertamina menjadi seperti berpihak kepada para pelajar didikan Ragunan itu. Sorakan para penonton kepada Garuda, terutama dari kaum "ABG", mengalahkan yel-yel dari suporter terorganisir Pertamina yang mengenakan seragam kaos warna pink.

Meskipun dengan angka ketat, Garuda bisa menang 25-23.

Pada set ketiga, pelatih dan para pemain Pertamina tampaknya mulai menyadari kekuatan lawan. Kepanikan melanda tim juara Proliga 2017 itu. Saat tertinggal 15-19, Pertamina sudah menghabiskan dua kali jatah timeout per set untuk mengatur ulang strategi karena mereka benar-benar dibuat tak berdaya oleh back row attack Garuda.

Selain itu, bongkar pasang pemain terus dilakukan. Pemain impor lainnya, Vugar Bayramov, sudah diistirahatkan sejak set kedua. Bahkan, kapten tim Agung Seganti lebih banyak duduk di bangku cadangan, dan mulai set ketiga sudah tidak dimainkan lagi.

Ketika kondisi tidak berubah, setter utama Antonius Adi juga ditarik keluar, digantikan oleh Bang Bang Suharto.

Di seberang net, tim Garuda terus melanjutkan permainan riang gembira dan tanpa beban, sehingga bisa mengakhiri set dengan skor cukup telak, 25-20.

Sayangnya, pada set keempat terjadi perubahan kinerja yang sangat drastis di kubu Garuda. Banyak unforced error dilakukan terutama dalam reception atau penerimaan bola pertama. Situasi itu membuat mereka gagal membangun serangan seperti di dua set sebelumnya. Bahkan kerap bola yang diterima kurang baik melambung ke atas net dan disambar dengan smes keras oleh para pemain Pertamina.

Di sisi lain, perombakan tim Pertamina yang cukup drastis di pertengahan set ketiga mulai menunjukkan hasil positif, terutama dengan masuknya middle blocker Hernanda Zulfi. Dia mulai membangkitkan semangat timnya dengan serangan cepat yang tidak diduga para blocker Garuda, dan menyambar bola muntah dari lawan yang melayang di atas kepalanya. Plus, beberapa kali Hernanda melakukan blok akurat terhadap serangan baris belakang Garuda yang secara efektif mulai membalikkan keadaan.

Pertamina unggul cepat 12-2, dan kemudian menutup set dengan hanya "memberi" 12 angka buat lawan.

Para pemain tim bola voli Jakarta Garuda dalam laga penyisihan Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 8 Des. 2018. (Bernadus W)

Memasuki babak penentu, pertandingan kembali berlangsung sengit. Jakarta Garuda sempat memimpin dan menekan lawan. Kalau pun tertinggal, tidak lebih dari tiga poin.

Namun, rookie mistake atau kesalahan yang biasa dilakukan tim debutan tetap tidak bisa dihindari. Misalnya pada angka kritis 12-12, tim Garuda melakukan kesalahan rotasi -- ada pemain yang salah posisi -- sehingga memberi angka gratis buat lawan.

Mereka tetap tidak menyerah dan menyamakan kedudukan 14-14, sebelum akhirnya kalah 14-16.

Pelatih Jakarta Pertamina Energi Putut Marhaento dengan jujur mengakui permainan yang luar biasa dari para pemain muda tersebut.

“Lawan tampil luar biasa, jadi karena memang anak muda mereka tampil luar biasa dengan semangat yang tinggi. Dan defense mereka pun bagus, makanya main lawan mereka harus sabar, kalau tidak sabar ikut terbawa emosi,” ujar Putut usai laga.

“Saya kira karena kita belum mengetahui permainan lawan, jadi kita masih meraba-raba. Pertandingan selanjutnya mudah-mudahan mereka bisa bermain dengan bagus, target kita pasti tetap ingin menang dan juara, cuma jalan masih panjang.”

Sementara Pelatih Jakarta Garuda, Eko Waluyo mengatakan di set kedua dan ketiga mampu memimpin dan percaya diri untuk menang. Namun di set keempat memang kondisi anak asuhnya menurun. Meski kalah tim Garuda berhasil mengamankan satu poin.

“Set keempat, kondisinya agak turun, dan mereka menurunkan tempo sendiri. Mereka juga bilang yakin menang, padahal pertandingan belum selesai, itu yang salah dan seharusnya mereka menekan terus jangan sampai turun. Mereka pikir sudah unggul 2-1 bisa, tapi kan nggak bisa, jadi tadi set keempat saya banyak ganti pemain, set kelima tadi sayang kalah,” kata Eko.

“Dalam penyelesaian saja mereka masih buru-buru, kurang ketenangan saja. Dan untuk itu kan bisa dikembangkan dari pengalaman, semoga di pertandingan selanjutnya mereka bisa lebih baik,” tuntasnya.

Betapa pun, Jakarta Garuda sudah menapakkan langkah pertamanya di kompetisi bola voli paling bergengsi ini dengan dada terbusung. Tak hanya para penonton di GOR Amongrogo, para pecinta bola voli yang mengikuti pertandingan dari layar televisi pun terkesan dengan penampilan mereka.

"Itu tadi tim baru tapi bagus banget mainnya. Masih anak muda semua lagi para pemainnya," kata Suparman, 52, warga Tangerang, usai menyaksikan laga Garuda versus Pertamina dari televisi.

Jakarta Garuda (nomor punggung/nama):

1. Alif Rajab Burrahman
2. Affin Drinata
4. I Gede Wirayudha Putra
5. Reza Oktavian Baehaqy (L)
6, Fahresa Rakha Abhinaya (L)
7. Alfin Daniel Pratama
8. Noviar Haris Putra
9. Risky Ramadhan
10. Fajri Septian Putratama
11. Amin Kurnia Sandi Akbar
12. Sim Jan Qin
15. Ariya Pandji Maulana
17. Mahendra Rikha Buana (K/setter)
18. Cep Indra Agustin
Pelatih: Eko Waluyo

Jakarta Pertamina Energi (nomor punggung/nama):

1. Vugar Bayramov
2. Agung Seganti (K)
3. Antho Bertiyawan
4. Oky Setia Primadi
6. Doni Haryono
7. Delly Dwi (L)
8. Antonius Adi (setter)
9. Farhan Halim
10. Hernanda Zulfi
11. Richi Rizky
12. Ryno Viagustama
13. Muhammad Ridwan (L)
14. Alexander Minic
17. Bang Bang Suharto (setter)
Pelatih: Putut Marhaento

Para pemain Jakarta Garuda mencoba mengeblok serangan pemain Jakarta Pertamina Energi dalam pertandingan penyisihan Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 8 Des. 2018. (Bernadus W)



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE