ITF Grade 1

Priska Tantang Petenis Australia di Babak Kedua

Priska Tantang Petenis Australia di Babak Kedua
Priska Madelyn Nugroho ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 20:57 WIB

Jakarta - Melewati babak pembuka dengan relatif mudah, atlet Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) siap berjibaku menghadapi laga selanjutnya di turnamen tenis yunior ITF Grade 1, AGL Loy Yang Traralgon, Australia.

Gadis kelahiran Jakarta 2 Mei 2003 itu, menang mudah atas petenis kualifikasi asal Italia, Lisa Pigato, Jumat (11/1). Priska menang straight set 6-0 6-1.

"Saya bisa mendominasi karena memukul bola lebih cepat dari lawan,” ucap Priska ketika dihubungi media.

Pada babak kedua, Priska akan menjajal ketangguhan andalan tuan rumah, Olivia Gadecki yang sukses menepiskan perlawanan unggulan ke-14 asal Spanyol, Marta Custic 6-2 6-0.

"Saya akan berupaya melakukan pembalasan karena belum pernah menang dari tiga pertemuan dengan Olivia," tutur peringkat ke-45 junior dunia itu.

Kendati hanya bercokol di posisi ke-144 dunia, Olivia Gadecki seolah menjadi momok bagi langkah Priska sepanjang musim kompetisi tahun silam. Wakil Benua Kangguru itu menyapu semua kemenangan dalam tiga pertemuan di turnamen di Serawak serta dua pertarungan beregu zona Asia Oseania dan putaran final dunia Piala Fed Yunior.

"Kuncinya di serve and return. Karena lawannya berpostur tinggi dan jangkauannya panjang, Priska harus memberi pressure ke arah badan dan bola rendah sebagai variasinya," tips pelatih Ryan Tanujoyo untuk anak didiknya melakoni babak kedua ini.

Di nomor ganda, Priska yang berpasangan dengan petenis Tiongkok, Wei Sijia bakal menantang duet gado-gado yang menempati posisi unggulan ketiga, Natsumi Kawaguchi (Jepang)/Adrienn Nagy (Hungaria).

"Di turnamen sekelas ini tidak ada lawan yang mudah, baik yang unggulan maupun non-unggulan," tuturnya.

Turnamen AGL Loy Yang Traralgon ini adalah ajang pemanasan petenis yunior sebelum mengikuti grand slam Australia Terbuka yang mulai bergulir akhir pekan depan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE