Asian Track Championship 2019

Pembalap Indonesia Berpeluang Lolos ke Olimpiade dan Paralimpiade

Pembalap Indonesia Berpeluang Lolos ke Olimpiade dan Paralimpiade
Pasangan atlet para-sepeda Sri Sugiyanti dan Ni'mal Magfiroh memacu kecepatan saat final nomor 3000 meter Pursuit Individu B Putri Paracycling pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 12 Januari 2019 | 08:48 WIB

Jakarta - Pencapaian tim balap sepeda Indonesia membuka peluang atlet sepeda Indonesia menuju Olimpiade dan Paralimpiade, Tokyo 2020. Jelang H-1 penutupan, Tim Merah Putih baru meraih 2 emas, 1 perak, dan 4 perunggu pada kejuaraan Asian Track Championship (ATC) 2019 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta.

Kepala Pelatih Timnas Sepeda Indonesia, Dadang Haries Purnomo mengatakan anak asuhnya belum berjuang maksimal dan lawan yang dihadapinya jauh lebih matang pengalaman. Diakui ini menjadi jalan satu-satunya Indonesia untuk bisa bersaing menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

"Semua pembalap sepeda Indonesia harus selalu berusaha keras di setiap kejuaran trek yang mempunyai poin Olimpiade. Sayangnya harapan kita menambah medali emas di kategori elite di ATC 2019 ini terancam karena pembalap yang kita andalkan, Crismonita Dwi Putri belum berhasil dan hanya finis di ranking tujuh," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/1).

Menurutnya ada kekurangan dari segi teknik pada Chrismon yang dipengaruhi kurangnya pengalaman. Dari segi teknik, masih polos dan harusnya pergunakan taktik dan strategi. Jadi memang masih perlu banyak belajar dengan bertanding supaya banyak pengalaman.

Pelatih sekaligus Manager NPC Paracycling Indonesia, Fadilah Umar melihat anak asuhannya sudah lebih percaya diri ketimbang di kejuaraan tingkat Asia tahun lalu. Hanya karena persiapan mepet, hasilnya kurang maksimal. Baginya kejuaraan yang dimulai 8-13 Januari 2019 itu menjadi ajang persiapan para pembalap Asia menuju Tokyo 2020.

Sementara medali emas Indonesia dari kejuaraan bergengsi itu dipersembahkan Muhammad Fadli Immammuddin di kategori paracycling putra dan Angga Dwi Wahyu Prahesta pada nomor 15 km scratch untuk kategori junior putra. Medali perak diraih Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh di nomor individual pursuit (IP) 3.000 meter tendem putri.

"Alhamdulillah, hingga sekarang kami sudah mendapatkan total satu medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Yang membuat saya lebih bangga lagi ialah para pembalap­ Indonesia tampil begitu impresif. Alhasil, meski mereka gagal menjadi yang terbaik, mereka tetap mampu memberi perlawanan. Terbukti mereka mampu mempersembahkan medali perak dan perunggu," ujarnya.

“Target saya menang di setiap kejuaraan itu sehingga bisa membawa satu slot untuk ke Paralimpiade 2020. Perjuang­an tentu akan kita lakukan karena itu bukan hal yang mudah,” tutup Fadli.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE