Tekuk Garuda, Putra BNI 46 Naik ke Peringkat Tiga Proliga

Tekuk Garuda, Putra BNI 46 Naik ke Peringkat Tiga Proliga
Pertandingan Proliga antara Jakarta BNI 46 (kanan) melawan Jakarta Garuda di GOR PSCC Palembang, Sumatera Selatan ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Sabtu, 12 Januari 2019 | 18:48 WIB

Palembang - Tim putra Jakarta BNI 46 membuka peluang lolos ke babak empat besar atau final four Proliga 2019, setelah pada laga perdananya di putaran dua menundukkan tim debutan Jakarta Garuda 3-0 (25-23, 25-20, 25-9) di GOR PSCC Palembang, Sabtu (12/1).

Kemenangan ini menempatkan Jakarta BNI 46 di peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi delapan poin dari hasil tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Tim besutan Samsul Jais ini menggeser Palembang Bank SumselBabel dan Sidoarjo Aneka Gas Industri, masing-masing dari posisi ketiga dan keempat.

Duel sengit tersaji pada awal pertandingan. Jakarta BNI 46 langsung menyerang pertahanan hingga mampu mengungguli 11-7, tetapi Jakarta Garuda mampu mengejar dan memimpin 17-16. Sayangnya Garuda yang didominasi pemain muda kurang tenang bermain, sehingga BNI bisa menang dengan skor cukup ketat 25-23.

Memasuki set kedua, Mahendra dkk mampu memulai dengan bagus, tetapi mereka terus kehilangan penguasaa bola sehingga skor semakin menjauh dan harus mengakui keunggulan BNI 46, 20-25. Set ketiga benar-benar menjadi milik BNI yang tidak memberi peluang kepada lawannya untuk mengembangkan permainan, dan untuk mengejar angka dua digit.

Pada pertemuan mereka di putaran pertama lalu, Jakarta Garuda sempat membuat Sigit Ardian dkk kesulitan dan mampu mencuri dua set.

Dengan kemenangan ini, Pelatih BNI 46 Samsul Jais menyampaikan keyakinannya bahwa tim dia berpeluang ke final four, meski saat ini mereka masih menempati posisi ketiga pada klasemen sementara.

“Dari beberapa penampilan, kami memang langsung mengevaluasi tim. Masalah tim kami dari awal ada di servis dan recieve, dan dengan adanya Eko (Permana Putra) memiliki konstribusi bagus dengan bantuan servis yang bagus," kata Samsul.

"Set pertama kita memang kurang bagus di servis, tujuh kali kita gagal, dan empat kali recieve, sehingga kami memberi mereka 11 poin dengan percuma, dan set kedua kita cuma membuat kesalahan lima kali. Terakhir pun kita lebih percaya diri.”

“Tentunya bahwa Garuda tidak sama dengan Samator, tetapi tidak lepas dari itu kita mengevaluasi, bahwa poin-poin sistem dari kami paling tidak jalan saja terlebih dahulu, karena dengan itu saya yakin tidak akan mati dengan bola gampang dan tidak menutup kemungkinan kita tidak akan mati dengan bola lepas. Memang skill lawan jauh lebih bagus tidak apa-apa, besok kita bisa konsentrasi di babak pertama, kita pun tidak akan menang gampang jadi jangan sampai banyak melakukan kesalahan," tambah Samsul mengomentari jadwal pertemuan dengan Surabaya Bhayangkara Samator Minggu (13/1) besok.

Sementara itu, pelatih Jakarta Garuda, Eko Waluyo mengatakan dia sudah cukup puas dengan permainan yang diperlihatkan anak asuhnya.

"Hanya saja semua kembali ke mental, ketika mereka tertekan ya seperti tadi," ungkap Eko.

“Anak-anak mainnya seperti dibebani, tapi sebenarnya kami jugatidak ada pressure dan manajemen juga tidak memberi beban. Tapi mereka seperti tidak lepas mainnya, kalau kita flashback ke belakang sepertinya dia berfikir kita masih ada peluang. Tapi ya itu adik-adik kita kalau sudah turun, untuk naik sudah berat.”



Sumber: Suara Pembaruan