Diperkuat Pemain Kroasia, Bank bjb Kalahkan Juara Bertahan

Diperkuat Pemain Kroasia, Bank bjb Kalahkan Juara Bertahan
Selebrasi para pemain timbandung Bank bjb Pakuan. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Minggu, 13 Januari 2019 | 00:36 WIB

Palembang - Kehadiran pemain asal Kroasia Maja Burazer mulai memberi dampak positif kepada tim bola voli putri Bandung Bank bjb Pakuan, yang akhirnya bisa mengalahkan juara bertahan Proliga, Jakarta Pertamina Energi, 3-1 (19-25, 25-23, 19-25, 23-25) pada laga yang digelar di GOR PSCC Palembang, Sabtu (12/1) malam.

Sepanjang digelarnya Proliga 2019 kali ini, Bank bjb baru memetik dua kemenangan, sebelumnya mengalahkan Jakarta Elektrik PLN 3-2 pada putaran pertama Desember lalu.

Burazer, yang baru main untuk kedua kalinya, langsung membawa Bank bjb tampil impresif di set pertama. Walaupun mereka sempat tertinggal 12-15, tetapi anak asuh Teddy Hidayat itu membalikkan keadaan sehingga berhasil menutup set pertama 25-19.

Wintang Dyah Kumala Sakti dkk belajar banyak dari pertandingan kemarin saat lawan Jakarta BNI 46, di mana mereka terlalu banyak melakukan kesalahan.

Pertamina sempat memberi perlawanan di set kedua dan mencuri kemenangan 25-23.

Memasuki set ketiga, justru Pertamina yang banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga terus digempur Bank bjb yang lebih memusatkan serangan lewat Burazer. Pemain dengan tinggi 190 cm itu tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan padanya dan terus menyumbang poin, kebanyakan dari sisi kanan lapangan.

Serangan yang makin tajam ditambah dengan solidnya pertahanan Bank bjb membuat mereka tak terhenti untuk merebut set ketiga dan keempat tanpa terlalu banyak mengubah strategi.

“Kalau hari ini anak-anak memang jauh lebih baik dan lepas mainnya dari pada kemarin. Recieve kali ini bagus sehingga mampu mengantarkan kita menang. Dan kepercayaan diri mereka sendiri lebih baik dari kemarin,” ujar pelatih Bank bjb Pakuan Teddy Hidayat usai laga.

“Pemain asing kita (Maja Burazer) memang sangat membantu daripada yang sebelumnya. Sedangkan kita pun mengubah pola permainan dan lebih bermain cepat. Kalau melawan tim yang bertitel juara pasti ada beban sendiri buat anak-anak tapi saya kasih tahu mereka agar tidak terbebani, yang penting tetap main bagus.”

Setter Bank bjb Tisya Amalya Putri juga mengakui kehadiran Burazer membawa perubahan signifikan dalam permainan timnya.

“Kita bermain lepas saja hari ini tanpa ada beban. Kalau dengan Maja, komunikasi bagus di lapangan. Yang penting dia minta bola tinggi saja, saya kasih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Energi Muhammad Ansori mengatakan anak asuhnya sebetulnya bermain bagus, tetapi sayangnya banyak melakukan kesalahan.

“Anak-anak terlalu enjoy mainnya, overconfidence. Jadinya, mereka mikirnya pasti menang. Ketika lawan bisa menekan kita tidak bisa keluar dari tekanan. Anak-anak hari ini memang terlalu banyak melakukan kesalahan, bahkan kita sampai memberikan 10 hingga 11 poin secara percuma kepada lawan, itu dari bola-bola out,” kata mantan pelatih timnas Putri Indonesia itu.

“Mungkin semua tim mempersiapkan timnya dengan bagus di putaran kedua ini. Dan kita juga masih terbebani dengan juara, dan mungkin beban juara itu belum terlepas dari hati anak-anak sendiri. Kalau ke depan kita tetap waspada dan harus lebih enjoy lagi mainnya, percuma kalau mainnya bagus tapi mentalnya jelek ya susah jadi tim bagus.”

Middle hitter Jakarta Pertamina Energi, Agustin Wulandhari, mengatakan buruknya komunikasi di lapangan menjadi salah satu penyebab kekalahan timnya.

“Komunikasi itu yang paling penting. Tapi mungkin kita tadi banyak miskomunikasi sehingga banyak melakukan kesalahan,” kata Wulan.



Sumber: Suara Pembaruan