Pertamina Energi Belum Terkalahkan di Proliga 2019

Pertamina Energi Belum Terkalahkan di Proliga 2019
Pemain Jakarta Pertamina Energi Alexander Minic (kiri) dalam pertandingan Proliga melawan Sidoarjo Aneka Gas di Palembang, 12 Januari 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Minggu, 13 Januari 2019 | 01:05 WIB

Palembang - Sempat tertinggal lebih dulu, tim putra Jakarta Pertamina Energi berhasil membalikkan keadaan dan mengungguli Sidoarjo Aneka Gas Industri 3-1 (24-26, 25-14, 25-17, 25-16) pada putaran kedua seri pertama Proliga 2019, yang berlangsung di GOR PSCC Palembang, Sabtu (12/1) malam.

Hasil ini membuat Pertamina memperpanjang rekor tak terkalahkan musim ini dan makin kokoh di puncak klasemen sementara.

Pertamina Energi memulai set pertama dengan kurang baik dengan banyak kesalahan serve dan receive, sementara serangan yang mereka lancarkan terlihat buru-buru. Meskipun dengan skor ketat, Antho Bertiawan dkk harus mengakui keunggulan Aneka Gas di set pertama.

Namun setelah itu, Pertamina bermain lebih lepas sementara di pihak lain kinerja para pemain Aneka Gas justru melempem, khususnya di sektor pertahanan. Kondisi ini membuat Pertamina leluasa membangun serangan di tiga set berikutnya.

Kalau biasanya pemain tinggi besar asal Montenegro, Alexander Minic menjadi andalan, dalam laga kali ini Pertamina bisa membangun serangan nyaris dari semua sudut lapangan. Berulangkali smes para pemain Pertamina meluncur melewati celah blok lawan yang sangat rapuh malam itu.

Tak hanya Minic, pemain lokal seperti Hernanda Zuhri dan Antho Bertiawan kerap menghujamkan smes keras ke lantai karena lemahnya blok lawan. Dominasi Pertamina tercermin dari perolehan angka Aneka Gas, di mana pada tiga set terakhir itu raihan maksimal mereka hanya 17.

Middle hitter Jakarta Pertamina Energi Antho Bertiawan (kanan).

“Set pertama bisa lepas itu karena masalah receive, tidak ingin menyalahkan satu orang tapi memang tadi di set pertama kita salah di situ," ujar Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Putut Marhaento.

"Selama dua minggu ini yang menjadi fokus kita dan perbaikan itu di defense dan lebih pada ball feeling yang kita tekankan. Kalau buat ke depan pasti ada strategi dan kami pun mempersiapkan strategi berbeda kepada setiap tim. Menjadi yang tak terkalahkan hingga akhir tentu menjadi tujuan utama dan harus itu.”

Sementara itu Pelatih Sidoarjo Aneka Gas Industri, Joni Sugiyatno mengatakan bahwa anak asuhnya hanya bermain bagus di set pertama, tetapi memasuki set kedua mereka tak mampu keluar dari tekanan.

“Pemain muda memang seperti itu masalahnya. Kalau sudah turun jauh, terlalu sulit untuk dibangkitkan lagi, dan masalah kita pun di passing dan receive. Kalau kalah poinnya mereka langsung down, beda ketika pemain berpengalaman tentu bisa mengembalikan irama permainan,' ujarnya.

Uniknya, Joni tidak menyinggung sisi pertahanan yang nampak jelas menjadi kelemahan utama timnya malam itu.

Hari Minggu (13/1) ini tim debutan tersebut akan melawan tuan rumah Palembang Bank SumselBabel.

"Mereka sudah diajari bagaimana menaikkan mental dan bisa menganggap bahwa pendukung tuan rumah adalah pendukungnya sendiri. Mudah-mudahan bisa,” kata Joni.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE